Halo Sobat Bang Firman’s Blog …

Kamu pernah mendengar atau pun membaca tentang kutipan quote di bawah ini?

“Love is like a batik created from many emotional colors, it is a fabric whose pattern and brightness may vary.”

Jika pernah, lalu apa dan bagaimana tanggapanmu tentang quote tersebut, sobat? 

Sebagai seorang awam yang tidak begitu memahami dunia seni dan sastra, saya tentu merasa tersentuh dan bangga ketika salah satu warisan budaya Indonesia yaitu Batik dijadikan sebuah perumpamaan yang baik dan indah dalam sebuah kutipan kata-kata mutiara atau quote oleh salah satu seniman, sastrawan dan penulis terbaik Amerika Serikat, Diane Ackerman

Sumber gambar: www.azquotes.com

Setidaknya, ada dua hal membanggakan yang bisa saya ambil dari quote tersebut,

  • Pertama, bahwa Batik memang sudah mendunia dan dikenal baik oleh kalangan masyarakat mancanegara sebagai warisan budaya Indonesia. Pesona Indonesia dapat terpancar dari indahnya kain Batik Indonesia
  • Kedua, siapa sangka kalau ternyata dari sehelai kain Batik pun bisa membuat seseorang seperti Diane Ackerman ini terinspirasi dan menjadikannya sebagai perumpamaan yang indah dalam menafsirkan makna cinta yang mendalam. 

Pak SBY dan rombongan tampak mengenakan Batik saat berkunjung ke Pondok Pesantren Daar el-Qolam, Tangerang, Banten, tempat dimana saya mengajar saat ini.

Foto di atas adalah hasil jepretan saya sendiri. Itu merupakan salah satu momen istimewa yang pernah saya rasakan. Memotret mantan orang nomor satu Republik Indonesia dari jarak yang sangat dekat dan berkerumun bersama para wartawan dan jurnalis profesional dari awak televisi serta media-media massa nasional. Saat itu Pak SBY hadir dalam rangka memenuhi undangan Tasyakuran Milad ke-5O Tahun Pondok Pesantren Daar el-Qolam, Tangerang, Banten yang tak lain merupakan almamater tempat saya menuntut ilmu dan mengajar hingga saat ini. Pak SBY dan rombongan tampak memilih Batik sebagai pakaian yang dikenakan dalam acara formal ini.

Bapak SBY bersama Bapak K.H. Ahmad Syahiduddin, Pengasuh Pondok Pesantren Daar el-Qolam dan Bapak K.H. Hasan Abdullah Sahal, Pemimpin Pondok Modern Darussalam Gontor. Sayangnya, saat itu saya tidak punya kesempatan berfoto bersama beliau bertiga, padahal saya sudah tampil rapi dengan Batik yang saya kenakan. 🙂

Mari kita flashback sejenak. Jum’at, 2 Oktober 2009 saat itu menjadi hari yang cukup dinanti-nantikan oleh seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation) secara resmi menetapkan Batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia asli milik Indonesia. Pengakuan dan pengukuhan dari UNESCO ini tentunya menjadi kabar yang membahagiakan saat itu. Euforia masyarakat pun semakin menggelora ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memakai Batik pada tanggal 2 Oktober secara serentak sebagai ungkapan rasa syukur atas prestasi serta anugerah yang telah diraih oleh bangsa Indonesia. Praktis sejak saat itu, tanggal 2 Oktober pun akhirnya ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tahunnya. 

Sejak dinobatkan sebagai salah satu warisan budaya dunia, Batik memang menjadi pakaian kebanggaan rakyat Indonesia. Penggunaan Batik di Indonesia khususnya, didukung pula melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 68 Tahun 2015 yang mulai diberlakukan pada 30 September 2015, mengenai jadwal penggunaan pakaian batik atau tenun untuk dinas PNS di lingkungan kementerian dalam negeri dan pemerintah daerah. Hal ini kemudian diikuti pula oleh perusahaan-perusahaan swasta yang menerapkan penggunaan batik untuk karyawan, khususnya di hari Kamis dan Jum’at.

Salah satu momen spesial saya bersama Batik. Mengenakan warisan budaya dunia di salah satu situs keajaiban dunia, Candi Borobudur. 🙂

Saya pribadi pun termasuk orang yang senang mengenakan Batik, khususnya pada momen-momen kegiatan yang spesial atau istimewa. Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan sandang sehari-hari, Batik memang selalu menjadi pilihan kostum utama saya dalam melengkapi setiap momen istimewa. Apalagi ketika harus packing dengan koper atau ransel untuk mengikuti suatu kegiatan dan terdapat sesi acara formal, Batik sudah pasti tidak boleh terlewatkan dari list kostum dan barang bawaan. 

Sudah banyak sekali momen-momen spesial yang saya lewati bersama Batik. Jika boleh saya sebutkan beberapa di antaranya seperti ketika menyambut kedatangan mantan Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono ke Almamater tempat saya mengajar, lalu ketika mengikuti kegiatan Student Exchange ke Tokyo dan Osaka, Jepang, membimbing kegiatan Study Banding Siswa ke Pondok Modern Darussalam Gontor dan Universitas Gajah Mada, menghadiri Wisuda Sarjana adik perempuan saya di Bandung, dan pada bulan Agustus 2018 yang lalu Batik pun menjadi saksi momen istimewa karena saya terpilih sebagai delegasi Banten dalam Karantina Kompetisi Writingthon Asian Games 2018 yang diadakan oleh Kementerian Kominfo Republik Indonesia. 

Agenda Gala Dinner bersama Kementerian Kominfo pada Event Writingthon Asian Games 2018 bersama para Blogger Perwakilan Provinsi, Agustus lalu.

Dan tentunya masih banyak lagi kegiatan dan momen spesial lainnya bersama Batik, apalagi dalam rangka menghadiri kegiatan sekolah, rapat kerja, pernikahan kerabat, reuni alumni dan lain sebagainya. Sudah pasti tak terhitung seberapa seringnya. 

Berbicara tentang Batik, maka perlu berbicara juga tentang daerah-daerah di Nusantara yang terkenal sebagai daerah pengrajin atau penghasil Batik. Pada dasarnya, hampir semua daerah di Indonesia terdapat kerajinan batik yang memiliki motif dan desain yang khas, sesuai dengan kondisi dan budaya di daerah tersebut. Namun tak bisa dipungkiri, sentra terbesar pengrajin batik memang berada di pulau Jawa.

Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia mengetahui bahwa daerah yang terkenal akan julukannya sebagai Kota Batik adalah Pekalongan. Beberapa daerah lainnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga terkenal akan kerajinan Batiknya seperti, Solo atau Surakarta, Yogyakarta, Madura dan lain sebagainya.

Lalu, bagaimana dengan Jawa Barat? Tak kalah dengan daerah di provinsi tetangganya, Jawa Barat pun memiliki daerah yang cukup terkenal sebagai sentra penghasil kerajinan Batik, yaitu Cirebon

Serambi Keraton Kasepuhan Cirebon

Setahun lalu, saya berkesempatan untuk mampir berwisata ke Cirebon saat membimbing siswa-siswi kelas 2 SMA dalam rangka Tour dan Studi Banding Kepengurusan. Wisata Cirebon menawarkan berbagai pilihan wisata menarik, salah satu di antaranya adalah Wisata Sejarah. Seperti foto di atas misalnya. Saat itu, saya dan rombongan siswa beserta guru lainnya berkunjung ke Keraton Kasepuhan Cirebon yang merupakan salah satu dari tiga keraton kesultanan terkenal dan bersejarah di Cirebon. 

Keraton Kasepuhan Cirebon menjadi salah satu landmark wisata cirebon yang layak untuk dikunjungi. Di sana kita bisa mengetahui lebih banyak informasi tentang sejarah Cirebon beserta silsilah kerajaan atau kesultanan dan keraton-keratonnya serta melihat secara langsung peninggalan-peninggalan dan arsitektur bangunan Keraton Kasepuhan yang masih terawat hingga kini. 

Nah, sekarang. Kamu tau gak sih? Kesultanan di Cirebon ini memiliki pengaruh yang besar terhadap Batik Cirebon lho… 

Kesultanan-kesultanan yang ada di Cirebon memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap kemunculan Batik Cirebon dan eksistensinya sampai saat ini. Batik yang ada di wilayah Cirebon berkaitan dengan kesultanan-kesultanan yang ada di wilayah ini, diantaranya yaitu kesultanan Kasepuhan dan kesultanan Kanoman. Pola penyebaran Batik Cirebon sama dengan pola penyebaran batik Yogya atau Solo yakni pertama-tama muncul di lingkungan dalam keraton kemudian dibawa keluar lingkungan keraton oleh para abdi dalem yang bertempat tinggal di luar keraton.

Pada mulanya, seni membatik hanya dipelajari para putri keraton untuk mengisi waktu senggang mereka. Ornamen batik yang berkembang saat itu antara lain ornamen Paksi Naga Liman, Siti Inggil, Kanoman, Taman Kasepuhan, dan Taman Sunyaragi.  Batik yang dihasilkan disebut batik bergaya keratonan atau Batik Keraton

Selanjutnya, masyarakat Cirebon juga mempelajari seni batik sebagai barang dagangan. Ornamen yang dihasilkan disebut pesisiran dan batik yang dihasilkan disebut Batik Pesisiran.

Bisa dibilang motif atau ornamen Batik Cirebon itu dikelompokkan menjadi dua ornamen, yaitu Batik Pesisiran dan Batik Keraton. Ornamen batik keraton memiliki pola yang baku dn klasik, memiliki nilai simbolis, dan bermakna religius, misalnya motif Paksinaga LimanMegamendung, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, dan lain sebagainya. Sedangkan, pola batik pesisiran sangat dinamis dan mengikuti permintaan pasar. Secara garis besar, ornamen Batik Cirebon dapat digolongkan menjadi lima jenis, yaitu Wadasan, Geometris, Pangkaan, Byur, dan Semarangan.

Jadi, bagaimana? Setuju kalau Batik Cirebon itu keren? Setuju banget! Kamu mau Batik Cirebon? Seperti saya yang sekarang ini semakin ingin punya Batik Cirebon karena saat berwisata ke Cirebon setahun lalu belum sempat hunting dan belanja Batiknya. Huft …

Eits… tapi tunggu dulu. Saya punya solusi nih buat saya pribadi dan tentunya buat kamu-kamu juga yang ingin miliki dan merasakan kerennya Batik Cirebon. Hunting Batik Cirebon di BT Batik Trusmi aja yuk!

Sebelumnya, kamu sudah kenal dengan istilah Batik Trusmi, belum?

Batik Trusmi adalah istilah yang merujuk pada batik khas Cirebon yang berpusat di daerah Kampung Batik Trusmi, Kabupaten Cirebon. Kampung ini merupakan pusat industri batik yang terletak di Plered, Cirebon, sekitar empat kilometer di sebelah Barat Kota Cirebon. Pengrajin batik di desa Trusmi dan sekitarnya, seperti desa Gamel, Kaliwulu, Wotgali, dan Kalitengah, berjumlah lebih dari 3000 tenaga kerja. 

Batik Trusmi memiliki ciri khas pada batik keraton dan batik pesisiran dengan keunikannya berupa motif dan warna yang tentunya berbeda dengan batik lain di Indonesia. Keindahan Batik Trusmi telah dikenal luas hingga ke mancanegara sehingga menjadi satu kebanggaan bagi masyarakat Cirebon. 

Sumber foto: sportourism.id

Di sepanjang jalan utama yang berjarak 1,5 km dari desa Trusmi sampai Panembahan, banyak dijumpai puluhan showroom batik. Berbagai papan nama showroom tampak berjejer menghiasi setiap bangunan yang ada di tepi jalan. Munculnya berbagai showroom ini tak lepas dari tingginya minat masyarakat terutama dari luar kota terhadap batik Cirebon dari mulai showroom batik hingga online shop.

Nah, dari sekian banyak showroom batik yang bisa kita temui di Cirebon, yang paling recommended tentu adalah Toko BT Batik Trusmi dengan semboyannya yang khas, BTAlways BatikBT Batik Trusmi merupakan showroom terbesar dan terluas di Indonesia dengan produk asli pengrajin batik tradisional yang mengembangkan usahanya melalui internet sebagai media pemasarannya. Misi utama BT Batik Trusmi tidak hanya sekadar profit oriented akan tetapi juga tanggung jawab budaya yaitu melestarikan seni batik atau cultural business mission.

Sumber foto: www.btbatiktrusmi.com

Kita juga bisa berbelanja Batik Trusmi secara online di website www.bbtbatiktrusmi.com

BT Batik Trusmi selalu memperhatikan selera pelanggan dengan terus menjaga kualitas produk yang bagus dengan harga yang murah tetapi tidak murahan, serta selalu berorientasi pada kualitas produk dan bukan harga, BT Batik Trusmi memiliki prinsip lebih baik dikomplain harga dari pada dikomplain kualitas produk. 

Halaman Produk ‘Best Seller’ di website BT Batik Trusmi

Untuk merealisasikan prinsip tersebut, BT Batik Trusmi mempunyai 5 lapis Quality Control, dimana setiap lapis akan menginspeksi secara ketat setiap check point penting seperti: bahan, pewarnaan, simetris, dan jahitan. Produk BT Batik Trusmi meliputi busana batik pria, wanita, anak-anak dan kain batik tradisional dari bahan katun sampai ke sutera.

Selain itu, BT Batik Trusmi juga menerima order seragam batik untuk instansi pendidikan dan perusahaan dengan desain motif dari pelanggan ataupun dari BT Batik Trusmi sendiri.  BT Batik Trusmi selalu melakukan inovasi secara terus menerus baik terhadap produk maupun terhadap pelayanan demi tercapainya kepuasan pelanggan.

Bagaimana, sobat? Keren banget, kan BT Batik Trusmi ini? Kalau sedang jalan-jalan ke Cirebon, jangan sampai lupa belanja batiknya di BT Batik Trusmi, BTAlways Batik ini ya. Kalau tidak, nanti malah menyesal seperti saya nih. Tapi, kita tidak harus pergi ke Cirebon kok untuk membeli Batik Trusmi yang khas dan keren ini, karena kita juga bisa belanja batiknya via online di websitenya www.btbatiktrusmi.com. Wah, jadi semakin mudah, kan?

Terakhir, saya hanya ingin mengingatkan sedikit. Batik adalah warisan budaya asli indonesia yang sejak 2009 yang lalu sudah diakui dunia. Jadi, kita patut berbangga dan seyogyanya menjaga apa yang telah kita miliki dengan selalu bangga mengenakannya. Karena kalau bukan kita yang bangga terhadap Batik, siapa lagi? Tentu kita tidak mau kan kalau Batik diakui dan diklaim oleh negara lain. Upss.. Hehe. Yuk kita bangga berbatik!

Beberapa hari ke depan adalah Hari Batik Nasional. Maka, saya pun ingin mengucapkan Selamat Hari Batik Nasional

Sumber Referensi:

  1. Official Website BT Batik Trusmi
  2. Wikipedia 
  3. Pengalaman Pribadi Penulis

Disclaimer:

Tulisan ini diikutsertakan dalam BT Batik Trusmi Blog Competition “Batik Lebih Baik“ yang diadakan oleh BT Batik Trusmi. Seluruh referensi tulisan dan sumber gambar telah tercantum di atas.

How many stars for this post?

6 Komentar

Adhi Nugroho · September 30, 2018 pada 12:28 am

Wow, ternyata sejarah Batik Cirebon sudah ada dari zaman kesultanan dan unik sesuai wilayahnya masing-masing, ya. Oh iya selain di Cirebon, BT Batik Trusmi juga ada di Jakarta. Bisa puas megang-megang batiknya di sana. Semoga dapat hasil yang terbaik ya. Amin.

Like it?

    Firmansyah · September 30, 2018 pada 2:19 am

    Wah iya tuh mas di Jakarta ada, tapi saya belum pernah ke sana. 🙁
    Makasih Mas do’anya. Aaamiin …

    Like it?

Joe Candra P · September 30, 2018 pada 3:04 am

Mantep banget ulasannya bang, calon juara nih hehe

Like it?

    Firmansyah · September 30, 2018 pada 9:00 am

    Thank you, Bang Joe. Aamiiin Yaa Rabb…:)

    Like it?

Amir Mahmud · September 30, 2018 pada 2:37 pm

Yang batik mega mendung biru merah itu keren banget, stylish and fashionable hehehe

Like it?

    Firmansyah · September 30, 2018 pada 8:06 pm

    Hehehe iya mas. Aku juga suka motif mega mendung. 🙂

    Like it?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This