Halo, Sobat Bang Firman’s Blog!

“The goal of early childhood education should be to activate the child’s own natural desire to learn.”

~ Maria Montessori ~

Maria Montessori, seorang pendidik, ilmuwan, dan dokter berkebangsaan Italia pernah menyatakan ungkapan sebagaimana tertulis di atas yang jika kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, ungkapan tersebut memiliki makna bahwa tujuan pendidikan anak usia dini haruslah untuk mengaktifkan keinginan alami seorang anak untuk belajar.  

Ia pun kemudian dikenal dalam sejarah dunia sebagai tokoh yang mengembangkan sebuah metode pendidikan anak-anak dengan memberi kebebasan bagi mereka untuk melakukan kegiatan dan mengatur acara harian. Metode ini akhirnya dikenal dengan sebutan Metode Montessori.

Jika kita ambil inspirasi pembelajaran dengan berpedoman pada pemahaman dan metode pendidikan anak-anak yang dikembangkan oleh Montessori tersebut, maka peran orang tua dan keluarga tentunya sangat sentral dalam tumbuh kembang anak, termasuk dalam hal mengajarkan dan mempersiapkan pendidikan anak saat usia dini, baik secara formal maupun non-formal.

Di negeri kita tercinta Indonesia, Pendidikan Nasional sebagai salah satu sistem dari supra sistem pembangunan nasional, memiliki tiga subsistem dan jalur pendidikan sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003 yaitu pendidikan formal, pendidikan non-formal, dan pendidikan informal. Singkatnya, pendidikan formal disebut juga pendidikan sekolah sedangkan pendidikan nonformal dan informal tercakup ke dalam pendidikan luar sekolah.

Selain pendidikan formal di sekolah, faktanya pendidikan non-formal atau pendidikan luar sekolah juga dibutuhkan untuk saling menunjang dan memenuhi kebutuhan keterampilan anak-anak, khususnya bagi anak-anak usia dini. Menurut Undang-undang Sisdiknas tahun 2003 pasal 1 ayat 12, pengertian pendidikan non-formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.

Seorang tokoh pendidikan, Philip H. Coombs berpendapat bahwa pendidikan non-formal adalah setiap kegiatan pendidikan yang terorganisir dan diselenggarakan di luar sistem formal, baik tersendiri maupun merupakan bagian dari suatu kegiatan yang luas, yang dimaksudkan untuk memberikan layanan kepada peserta didik tertentu dalam mencapai tujuan-tujuan belajar.

Setiap orang tua tentu sudah mempersiapkan sekolah dan pendidikan terbaik untuk bekal akademi anak bahkan sejak usia dini. Selain itu, untuk perkembangan ketangkasan dan keterampilan, orang tua juga dapat mempersiapkan pendidikan non-formal yang terbaik bagi sang buah hati. Hal tersebut sangat wajar dan bahkan menjadi penting untuk dilakukan oleh para orang tua agar anak-anak bisa memiliki akademik yang baik sekaligus memiliki bakat dan kreativitas yang bisa membimbing mereka di masa depan kelak.

Pendidikan non-formal bagi anak-anak pada usia dini dapat disalurkan lewat lembaga pelatihan, sanggar, ataupun lembaga kursus, untuk memberikan keseimbangan otak kanan dan otak kiri pada anak. Di Indonesia sendiri, pendidikan non-formal memang paling banyak terdapat pada anak usia dini, misalnya saja Taman Pendidikan Al Quran (TPA) yang banyak terdapat di Masjid atau Majlis, Sekolah Minggu yang terdapat di semua Gereja serta berbagai lembaga kursus dan sanggar, seperti les musik, olahraga, menari, atau melukis.

Selain untuk menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri, pendidikan non-formal juga memberikan pelatihan keterampilan yang sesuai minat dan bakat anak. Jadi, anak pun bisa mendapatkan pengalaman kreativitas sesuai dengan hobi yang disukai.

Mengikuti pendidikan non-formal juga akan melatih keberanian dan kecakapan anak untuk berbicara di depan umum, karena sejak dini anak sudah dilatih untuk memperlihatkan bakat yang dimiliki. Selain itu, anak pun bisa mengembangkan daya konsentrasinya ketika sedang memperdalam bakat yang ia miliki.

Berbagai manfaat lain pun dapat diserap oleh anak ketika mengikuti pendidikan non-formal, seperti mendapat teman-teman baru, melatih kemampuan untuk membagi waktu dan tugas, serta dapat melatih kemampuan bekerja sama. Masih banyak lagi manfaat yang bisa didapat oleh anak ketika mengikuti pendidikan non-formal, sehingga segala pertimbangan dan persiapan yang maksimal dari orang tua juga dibutuhkan.

Setelah mengetahui urgensi dan berbagai manfaat yang dapat dipetik dari pendidikan non-formal bagi anak-anak usia dini, kita seyogianya sepakat bahwa pendidikan non-formal memang diperlukan bagi anak-anak sejak dini untuk memaksimalkan potensi dalam diri setiap anak, salah satunya potensi dan bakat dalam bidang seni, seperti seni vokal atau tarik suara, seni musik, dan seni tari.

Jika dipelajari lebih jauh, ada banyak juga manfaat yang bisa diperolah dari berlatih seni vokal, musik, dan tari. Selain mengasah bakat untuk menjadi seorang pekerja seni professional, manfaat lainnya pun turut dirasakan, seperti melatih fisik melalui teknik pernapasan yang benar, melatih daya tahan dan kelincahan fisik dengan menari atau dance, serta membuat hati menjadi lebih senang dengan bernyanyi, bermain alat musik, atau menari.

Atas dasar berbagai latar belakang dan pertimbangan tersebut di atas, maka KBL Performing Arts hadir untuk menjawab kebutuhan akan pendidikan non-formal dan pendidikan seni di Indonesia, khususnya bagi anak-anak usia dini.

Nah, sebelumnya apakah Anda sudah pernah mendengar tentang KBL Performing Arts?

KBL Performing Arts atau yang biasa disebut secara singkat sebagai KBL adalah sebuah lembaga pendidikan non-formal berupa kursus yang menyelenggarakan pendidikan seni vokal atau tarik suara, seni musik, seni tari, serta modeling yang berorientasi pada pengembangan teknik seni vokal, musik, tari, serta kualitas penampilan anak didik dengan terus mengikuti perkembangan seni dan ilmu terbaru.

KBL sendiri merupakan singkatan dari Karunia Bersama Lucky. Nama Lucky yang tertera pun tidak lain merupakan nama depan dari sang pemilik atau Founder sekaligus Head Instructor yang bernama lengkap Lucky Tampilang.

KBL Performing Arts melalui situsnya Kbl.co.id menyatakan visi dan misi mereka dalam dunia pendidikan seni di Indonesia. Sebagai visi, KBL berkeinginan menjadi pusat pendidikan seni vokal, musik, dan tari terbaik yang mandiri, berkualitas internasional, serta dapat bersaing di era globalisasi. Untuk mewujudkan visi tersebut, KBL pun berusaha dalam misinya untuk menyelenggarakan pendidikan seni vokal, music, dan tari yang berorientasi pada pengembangan teknik seni vokal, musik, tari, serta kualitas penampilan anak didik dengan terus mengikuti perkembangan musik dan ilmu terbaru.

Sebagai wujud dari keseriusan visi dan misi yang dicanangkan oleh KBL tersebut, KBL tidak tanggung-tanggung untuk memberikan kualitas terbaiknya. Hal tersebut dapat dilihat dari jajaran tim dan instruktur atau pengajar di KBL yang jumlahnya banyak, memiliki kualitas terampil, berpengalaman pada bidangnya masing-masing, serta memiliki teknik pembelajaran yang telah teruji manfaatnya bagi seluruh anak didik.

For your information, terdapat 4 jenis kursus yang tersedia dan diselenggarakan oleh KBL Performing Arts hingga saat ini, antara lain: Kursus Vokal, Kursus Musik, Kursus Tari, dan Kursus Modelling. Pada setiap kelas kursusnya disediakan beberapa jenjang atau tingkatan, mulai dari Basic, Intermediate, Pre-Advanced, dan Advanced. 

Selain itu, pelaksanaan kelas atau kursus pembelajaran pun tersedia dalam beberapa pilihan kategori yang dapat dipilih sesuai kebutuhan masing-masing, seperti individu, grup, atau kelas semi private.

Lalu, bagaimana dengan biaya kursus seni di KBL Performing Arts? Dan apa saja keunggulan-keunggulan KBL sehingga cocok untuk dijadikan rekomendasi? Beruntungnya, biaya untuk mengikuti kursus di KBL masih terbilang terjangkau dan sesuai dengan kualitas yang didapatkan nantinya.

Untuk kelas tari atau stage act, kursusnya dapat diikuti mulai dari harga Rp. 700.000, lalu kelas vokal dan musik keduanya dapat diikuti mulai dari harga Rp. 900.000, dan terakhir untuk kelas modelling atau role model yang pembelajarannya lebih banyak dan bervariasi, kursusnya dapat diikuti mulai dari harga Rp. 2.500.000. Untuk memberikan sedikit contoh dan gambaran, informasinya bisa dilihat pada gambar di bawah ini. 

Nah, kalau ditanya tentang keunggulan, pastinya KBL tidak perlu diragukan lagi. Sudah banyak sekali testimoni-testimoni dari para alumni dan peserta didik di KBL Performing Arts yang menyatakan kekaguman dan kebahagiaannya saat belajar memperdalam seni dan mengembangkan bakat yang mereka miliki bersama KBL. Bahkan, jika dilihat dari data angka, KBL sudah memiliki lebih dari 2.300 peserta didik dan memiliki lebih kurang 130 instruktur yang tersebar di seluruh cabangnya hingga kini.

“Teknik vokal yang diajarkan sejajar dengan diva-diva dunia. Asyik banget, gampang dimengerti dan mudah dipraktekkan. Pokoknya wow banget!”

~ Vion Vinata, Artis Cilik, Peserta Didik KBL ~

Keunggulan yang ditawarkan oleh KBL Performing Arts pun cukup membuat penasaran, mulai dari program-program kelas kursus terbaiknya, kualitas para pengajar dan instruktur yang profesional, terampil, dan berpengalaman, serta proses pembelajarannya yang fleksibel, baik secara online maupun offline, dan masih banyak keunggulan-keunggulan lainnya.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki KBL Performing Arts tersebut, tentu tidak berlebihan jika pada akhirnya KBL layak dijadikan sebagai sahabat pendidikan non-formal bagi anak-anak usia dini di Indonesia.

Penasaran. Ya, benar. Anda tidak salah baca. Rasa penasaranlah yang akhirnya membawa saya pada pengalaman pertama mengunjungi salah satu cabang KBL Performing Arts, yaitu KBL Citra Raya yang terletak di kawasan perumahan Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Jadi, ketika pertama kali mengetahui tentang KBL Performing Arts, sebagaimana orang-orang pada umumnya, hal pertama yang saya lakukan adalah mencari informasi selengkapnya karena penasaran dan ingin tahu. Salah satu ‘jalan ninja’ saya, tentu saja dengan stalking media sosial KBL. Hehe.

Setelah saya intip-intip akun media sosial Instagram @kbl.official, saya baru tahu kalau ternyata ada salah satu cabang KBL yang terletak di daerah Kabupaten Tangerang, tepatnya di Ruko Evergreen Blok K30 No. 25 dan 27, Citra Raya, Cikupa yang berjarak sekitar 20 KM dari tempat tinggal saya.

Setelah berkirim pesan dan bertanya jawab melalui berbagai media sosial dan kontak yang tersedia, akhirnya saya sampai dan menginjakkan kaki di KBL Citra Raya pada Kamis, 08 Oktober 2020 untuk melakukan survei dan mendapatkan segala informasi tentang KBL Performing Arts langsung dari sumbernya yang asli dan pastinya tepercaya.

Kedatangan saya ke KBL Citra Raya sore itu disambut ramah oleh dua orang di dalamnya yang terlihat sedang merapikan ruangan. Kedua orang tersebut adalah Kak Steve Jourdan dan Kak Doni Saputra. Kak Steve adalah pengelola atau manajer dari KBL Citra Raya, sedangkan Kak Doni adalah salah satu staf yang bekerja di KBL Citra Raya setiap harinya.

“Sebenarnya ada sekitar 50 murid yang belajar di sini. Tetapi karena pandemi Covid-19, jumlah murid yang masih belajar aktif ke tempat kami ada sekitar 15 anak. Dan karena kebetulan sejak kemarin ada demonstrasi oleh para buruh, instruktur akhirnya tidak bisa hadir ke sini, maka pembelajaran dilakukan secara online untuk sementara.”

~ Steve Jourdan Barlian, Pengelola KBL Citra Raya ~

Jawaban di atas diungkapkan oleh Kak Steve terkait dengan tidak adanya pembelajaran offline yang bisa saya saksikan hari itu. Memang sebenarnya, selain karena ingin melihat-lihat tempat dan berbagai fasilitas yang ada di KBL Citra Raya, kedatangan saya ke sana juga karena ingin melihat secara langsung bagaimana pembelajaran kursus yang dilakukan antara murid dan instrukturnya.

Namun sayangnya, karena beberapa hari lalu terjadi demonstrasi yang cukup besar di berbagai daerah termasuk Kabupaten Tangerang, akhirnya instruktur atau pengajar kursus tidak bisa hadir sehingga pembelajaran pun dilakukan secara online untuk sementara. Padahal, beberapa hari sebelumnya Kak Steve juga menyampaikan bahwa akan ada satu murid calon peserta ajang pencarian bakat The Voice Kids yang akan berlatih, tetapi akhirnya ditunda dan saya tidak bisa menyaksikan latihannya.

Walaupun saya kurang beruntung karena tidak bisa menyaksikan proses pembelajaran kursusnya, tetapi tidak apa-apa, karena saya masih bisa bercengkerama dan bertanya-tanya tentang KBL kepada Kak Steve dan Kak Doni sekaligus melihat-lihat ruangan tempat kursus dan mendokumentasikannya atas izin dari mereka.

Oh ya, Kak Steve selaku pengelola di KBL Citra Raya pun mengatakan bahwa di KBL Citra Raya ini baru menyelenggarakan program kursus untuk 2 kelas saja, yaitu kelas vokal dan kelas tari atau stage act. Jadi, untuk kursus kelas musik dan kelas modelling belum tersedia di KBL Cabang Citra Raya ini.

Setelah puas bertanya-tanya dan melihat-lihat seluruh ruangan yang tersedia di KBL Citra Raya, saya pun tidak lupa untuk meminta brosur atau semacam edaran yang bisa saya simpan atau saya bagikan, siapa tahu akan ada orang yang membutuhkan informasinya. Ya, kan?

Informasi sudah didapatkan, brosur sudah dipegang, foto dan video dokumentasi pun sudah diabadikan. Setelah dirasa cukup, akhirnya saya berpamitan kepada Kak Steve dan Kak Doni dan berterima kasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan. Terima kasih KBL Citra Raya atas informasi dan pengalamannya. 

Tidak dapat dipungkiri, kehadiran KBL Performing Arts sebagai salah satu lembaga pendidikan non-formal berbentuk kursus seni berkualitas internasional, mampu menjadikannya sebagai solusi sekaligus pilihan yang recommended bagi para orang tua yang ingin mengembangkan dan menggali potensi dan bakat seni anak-anak mereka mulai sejak dini, sehingga mampu meraih prestasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki KBL Performing Arts, mulai dari program kelas kursus terbaiknya, para pengajar dan instruktur yang profesional, terampil, dan berpengalaman, serta proses pembelajarannya yang fleksibel baik secara online maupun offline, serta berbagai keunggulan lainnya, membuat KBL layak dijadikan pilihan utama tempat kursus seni bagi anak-anak usia dini.

Pada akhirnya, kalau bukan kita yang peduli akan pentingnya pendidikan non-formal bagi anak usia dini, lalu siapa lagi? Kalau bukan sekarang untuk memulainya, lalu kapan lagi? Jadi, tunggu apa lagi? Bersama KBL Performing Arts, mari raih prestasi dengan mengembangkan potensi dan bakat dunia seni lewat pendidikan non-formal bagi anak-anak usia dini. 🙂

Semoga bermanfaat ya. Salam hangat. 

Terima kasih.

 

Disclaimer:

Tulisan ini diikutsertakan dalam KBL Blog Competition 2020 yang diselenggarakan oleh KBL Performing Arts. Tulisan ini merupakan hasil pemikiran pribadi yang didukung oleh beberapa sumber referensi lainnya sebagaimana tercantum pada daftar referensi. Beberapa gambar merupakan dokumentasi pribadi penulis dan beberapa lainnya didapatkan dari KBL, sedangkan video bersumber dari situs YouTube dengan nama kanal KBL PERFORMING ARTS Indonesia Official. Terima kasih.

 

Sumber Referensi Pendukung: 

  • Website Resmi KBL Performing Arts, https://www.kbl.co.id/
  • Pentingnya Pendidikan Non-Formal Untuk Menunjang Kreativitas, https://www.liputan6.com/ 
  • Maria Montessori, https://id.wikipedia.org/
  • Peranan Pendidikan Non Formal dalam Pendidikan Anak Usia Dini, http://paudwayatalang.mysch.id/

How many stars for this post?

2 Komentar

Joe Candra · Oktober 11, 2020 pada 12:19 pm

asikkkkk banget bisa mengunjungi langsung bang. klo aku auto nyobain main keyboardnya tuh hehehhe

Like it?

    Firmansyah · Oktober 11, 2020 pada 2:35 pm

    Hehehe iya, Bang Joe. Kalau Bang Joe yang berkunjung sih semua instrumen musik dilahap habis sama Bang Joe kayaknya. 😀

    Like it?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This

Share This

Share this post with your friends!

error: Oops! Sorry. The content is protected. :)