Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh …

Halo Sobat Bang Firman’s Blog …

Bagaimana ibadah puasa Ramadhannya? Tetap semangat ya! Semoga semua sobat muslim yang menjalankannya senantiasa diberi kelancaran, kemudahan dan kesabaran dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan ini ya. Aamiin.

Siapa sih yang tidak bahagia menyambut datangnya bulan Ramadan yang suci ini. Kehadirannya bagaikan tamu istimewa yang kedatangannya selalu ditunggu-tunggu  oleh jutaan umat manusia di bumi ini. Menyambut kedatangannya dengan bahagia saja sudah mendapatkan pahala lho. Aamiin. Insya Allah. Wallahu A’lam bis-shawaab.

Nah, di setiap bulan Ramadan selalu ada aja hal yang dirindukan, seperti kegiatannya, makanan dan minumannya, suasananya dan lain sebagainya. Kalau saya pribadi, salah satu hal yang sangat identik dengan bulan puasa dan menjadi salah satu yang selalu saya rindukan juga dari bulan puasa adalah kegiatan menghabiskan waktu pada sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa atau sebut saja Ngabuburit. Kalian familiar dengan istilah itu, kan? Hehe

Ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa. Sumber foto: Dokumentasi Penulis.

Ngabuburit itu berasal dari bahasa sunda yang asal katanya dari burit. Dalam bahasa Sunda burit artinya ‘sore’. Ngabuburit dapat diartikan sebagai menunggu sore. Dalam bahasa sunda awalan nge dan suku kata bu berarti melakukannya berulang kali. Sehingga dapat diartikan ngabuburit sebagai kebiasaan menunggu sore.

So, ceritanya saya mau berbagi pengalaman ngabuburit saya nih di bulan Ramadan 2018 ini. Karena saya berdomisili di Kabupaten Tangerang, maka saya ingin destinasi ngabuburit saya tidak jauh-jauh dong. Akhirnya, saya pilih Sungai Cisadane di Kota Tangerang sebagai lokasi ngabuburit saya. Tentu ada alasannya dong kenapa akhirnya saya memilih Sungai Cisadane di Tangerang sebagai destinasi saya untuk menghabiskan waktu sore hari sambil menunggu berbuka puasa. Hehe… 

Mau tau alasannya? Simak cerita pengalaman ngabuburit saya berikut ini ya.

Suasana sore hari di persimpangan jalan Pasar Anyar dan Pasar Lama, Kota Tangerang yang berada di sisi timur Sungai Cisadane. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Baiklah, saya mulai dari mengapa saya memilih untuk ngabuburit di Sungai Cisadane, Kota Tangerang? Jawaban sederhananya, karena saya adalah warga Tangerang. Hehe. Tapi jawaban versi panjangnya adalah karena sebagai warga Tangerang, saya termasuk yang jarang berkunjung untuk menikmati seru dan indahnya pesona sungai Cisadane, apalagi di saat bulan Ramadan seperti ini. Momen Ramadan menjadi salah satu alasan kuat mengapa Cisadane begitu memesona dan memikat untuk didatangi saat ngabuburit.

Terus, memang di Sungai Cisadane ada apa aja? Ngapain aja?

Eiits, jangan salah lho, guys. Di Sungai Cisadane itu kalian tidak cuma bisa menikmati tenangnya suasana sungai Cisadane dengan pemandangan di sekitarnya, ditambah dengan semilir angin sore hari. Tapi, di sana kita juga bisa menikmati berbagai macam jenis wisata lho. Mulai dari wisata kekinian dengan spot-spot foto yang keren, lalu kita juga bisa wisata kuliner, wisata sejarah, bahkan wisata religi.

Gak percaya? Nih saya buktiin ya.

1. Flying Deck Cisadane

Ngabuburit sambil duduk santai di bangku cantik Flying Deck Cisadane. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Flying Deck Cisadane ini merupakan jalan setapak dengan pagar besi berwarna merah dan berlantai kayu serta terdapar bangku untuk bersantai. Bagi kalian yang hobi bermain sepatu roda, tempat ini mendukung banget lho untuk menyalurkan hobi kalian. Tempat ini sering digunakan sebagai lintasan bermain sepatu roda oleh pemuda-pemudi Tangerang.

Tempat yang baru dibangun pada tahun 2016 ini memiliki panjang mencapai 142 meter dengan lebar 3 meter, panjang lintasan tersebut tentu memberikan kepuasan tersendiri bagi para pecinta sepatu roda. Kalian akan merasa nyaman bermain ataupun belajar sepatu roda di tempat tersebut karena didukung oleh kemulusan lintasan dan hembusan angin yang datang melintasi sungai Cisadane.

Ngabuburit sambil berfoto ria di Flying Deck Cisadane. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Walau begitu, bukan berarti tempat ini hanya bisa dinikmati oleh kalangan pecinta hobi sepatu roda saja lho. Kalian yang hobi jepret dan selfie juga bias manfaatkan spot-spot keren di Flying Deck Cisadane ini sebagai bahan untuk mempercantik feeds Instagram kamu.

2. Kampung Bekelir

Berfoto di tulisan ikonik Kampung Bekelir dengan latar pemandangan Sungai Cisadane. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Wisata tematik yang mengusung warna sepertinya memang sedang digandrungi banyak orang nih, termasuk saya. Hahaha. Setelah ada Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang yang sukses diminati banyak orang, kemudian muncul juga kampung serupa di Semarang dengan nama Kampung Pelangi. Nah, sekarang di Tangerang juga ada kampung yang mengusung warna-warni yang apik yang diberi nama Kampung Bekelir.

Pemandangan Kampung Bekelir dilihat dari ketinggian. Sumber foto: YouTube

Kampung Bekelir berada di lingkungan RW 01, Kelurahan Babakan, Tangerang. Sudah diresmikan pada Minggu (19/11/2017) yang lalu. Sebelum cantik, kampung tersebut ternyata merupakan salah satu kawasan kumuh yang memiliki kondisi memprihatinkan. Banyak masyarakat membuang sampah tidak pada tempatnya, misalnya saja ke bantaran Sungai Cisadane, dan lain sebagainya.

Lukisan mural sepanjang dinding di jalan raya di Kelurahan Babakan yang berada di sisi timur Sungai Cisadane. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Tapi, perlahan-lahan potret muram dari lingkungan Kelurahan Babakan ini berubah setelah dirias dengan warna warni yang cantik. Anggapan Kampung Babakan yang kotor, kumuh dan menjenuhkan perlahan-lahan berubah menjadi destinasi wisata yang banyak dikunjungi. Wow, gimana? Keren, kan?

3. Cisadane Walk

Tulisan ikonik Cisadane Walk. Sumber foto: Akun Instagram @hellotangerang

Cisadane Walk ini berada di pinggir Sungai Cisadane, tepatnya di Jalan Benteng Makassar dan terletak tidak jauh dari sisi belakang Plaza Robinson. Pada bulan Ramadan, Kawasan Cisadane Walk dan sepanjang Jalan Benteng Makassar ini selalu ramai oleh masyarakat yang ingin ngabuburit, baik sekedar untuk berjalan-jalan kaki, nongkrong, foto-foto hingga menggelar tikar sambil menikmati pemandangan sungai Cisadane sampai waktu berbuka tiba.

1. Kawasan Kuliner Laksa Tangerang

Berburu Laksa Tangerang di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Kalau kata orang-orang, belum sah jalan-jalan ke Tangerang kalau belum mencoba makanan khas Kota Tangerang ini, yaitu Laksa Tangerang. Mungkin nama makanan ‘Laksa’ memang banyak ditemukan di daerah lain di Nusantara, tetapi Laksa Tangerang sudah pasti menawarkan rasa yang berbeda dengan Laksa yang lainnya. Di Kawasan Kuliner Laksa Tangerang ini, memang sepertinya dikhususkan untuk para pedagang Laksa dengan disediakan satu tempat berkumpul seperti pondok-pondok kayu dan bambu. Namun, kalian juga masih bisa menemukan menu kuliner tambahan untuk menemani menu Laksa, seperti Es Cendol dan juga Otak-Otak.

Nikmatnya Laksa Tangerang. Sumber foto: www.inijajananku.blogspot.com

Lokasi Kawasan Kuliner Laksa Tangerang ini tidak jauh dari Sungai Cisadane, bahkan letaknya sangat dekat dengan Tangerang City Mall di jalan Jl. Muhammad Yamin, Kelurahan Babakan, Kec. Tangerang. Nah, nanti kalau kalian ngabuburit ke Sungai Cisadane, jangan lupa untuk cobain Laksa Tangerang ini ya! Dijamin nagih rasanya.

2. Kawasan Pasar Lama

Kawasan Kuliner Pasar Lama, salah satu surganya kuliner di Kota Tangerang. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Nah, kalo kalian udah capek keliling spot wisata yang kekinian tadi, saatnya siap-siap beli takjil buat berbuka dong. Di sekitar Sungai Cisadane, kalian gak perlu khawatir gak bakal dapat makanan untuk takjil, karena saya jamin mata kalian malah bisa jelalatan lho melihat banyaknya pilihan tempat yang asik dan menu kulinernya yang nikmat dan menggugah selera. Hehe. Salah satunya di sini nih, Kawasan Kuliner Pasar Lama.

Di kawasan ini, kalian akan banyak menemukan beragam tempat makan atau restoran yang asik dan nyaman serta pilihan menu kuliner yang juga banyak macamnya. Tempat-tempat makannya biasanya ramai dipenuhi oleh pemuda-pemudi Tangerang yang nongkrong sambil ngobrol bersama teman-teman. Recommended deh pokoknya!

3. Jalan Kali Pasir

Para pedagang yang menjajakan dagangannya di sepanjang Jalan Kali Pasir, sebelah timur bantaran Sungai Cisadane. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Selain di Pasar Lama, ada juga pilihan tempat lain untuk kalian yang pengen hunting takjil untuk berbuka saat ngabuburit di Sungai Cisadane. Mudah kok! Kalian cukup telusuri Jalan Kali Pasir aja. Karena di sepanjang jalan ini, kamu akan bertemu banyak pedagang yang menjual beraneka ragam pilihan kuliner. Lokasinya pun strategis, karena berada di pinggir Sungai Cisadane sebelah timur.

Uniknya bagi saya di Jalan Kali Pasir ini, kalian juga bisa menemukan berbagai jajanan unik yang mungkin tidak kalian temukan di tempat lainnya di Tangerang, seperti Tutut, Jambu Air Demak, Es Podeng, dan lain sebagainya.

4. Jalan Benteng Makassar

Sepanjang Jalan Benteng Makassar pun menawarkan wisata kuliner yang menggoda dan lokasi yang asik di pinggir bantaran Sungai Cisadane. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Nah, satu lagi nih lokasi wisata kuliner recommended yang bisa kalian coba saat ngabuburit ke Sungai Cisadane, yaitu di sepanjang Jalan Benteng Makassar. Hmmm… kalau di sini kalian lebih bisa menikmati suasana dan semilir angin Sungai Cisadane sambil bersantap makanan dan minuman favorit kalian. Karena sebagian besar pedagang di sini, selain menyediakan tempat duduk berupa kursi, mereka juga menyediakan tempat lesehan untuk para pembelinya persis di pinggiran Sungai Cisadane. Ada banyak pilihan kuliner, seperti Bakso, Ketoprak, Batagor, Mie Ayam, Cilor, Es Buah, Es Cendol, Es Dawet, dan lain-lain.

Pilihan menu berbuka puasa saya saat ngabuburit di Sungai Cisadane. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Kebetulan saat ngabuburit di Sungai Cisadane, saya memilih untuk berbuka di lokasi Jalan Benteng Makassar ini, karena lokasinya yang santai dan nyaman sambil lesehan. Setelah cari tempat duduk, saya langsung memesan menu untuk berbuka puasa. Akhirnya, saya memesan batagor dan es buah. Hehee.. gimana? Kelihatan nikmat banget, kan?

1. Masjid Kali Pasir 

Masjid Kalipasir, Masjid Tertua di Kota Tangerang. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Untuk wisata religi dan sejarah, Kota Tangerang memiliki Masjid Kali Pasir yang merupakan masjid tertua di Kota Tangerang. Masjid ini terletak di sebelah timur bantaran Sungai Cisadane. Masjid ini didirikan pada tahun 1700 dengan jenis arsitekturnya yang bergaya Arab, Tionghoa dan Eropa dengan kubah kecil bermotif China.

Masjid Kali Pasir juga menjadi cagar budaya Kota Tangerang. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Memang ini juga menjadi salah satu alasan mengapa saya mencintai Tangerang, yaitu keberagamannya. Terlihat sekali dari sejak zaman dahulu, kalau Tangerang ini adalah kawasan yang sangat multikultural, kita bisa melihatnya dari peninggalan-peninggalannya yang masih utuh dan kokoh berdiri hingga saat ini, seperti Masjid Kali Pasir ini. What a unity in a diverse city …

2. Klenteng Boen San Bio 

Klenteng Boen San Bio, salah satu Klenteng tertua di Kota Tangerang. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Klenteng Boen San Bio merupakan  sebuah klenteng unik dan megah yang berusia sangat tua di Jalan Pasar Baru, Kota Tangerang yang dipergunakan sebagai tempat beribadah bagi penganut Kong Hu Cu, Tao dan Budha. Klenteng ini didirikan pada tahun 1689 masehi. Klenteng ini terletak di sisi barat bantaran Sungai Cisadane.

Pemandangan bagian dalam Klenteng Boen San Bio. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Berwisata sejarah dan religi seperti ini bisa jadi alternatif ngabuburit buat kalian juga lho di bulan Ramadan ini. Selain bisa menambah pengetahuan dan wawasan, kalian juga tetap bisa mengabadikan momen dengan mengambil beberapa foto sebagai kenang-kenangan.

3. Masjid Al-Azhom

Potret Masjid Al-Azhom di malam hari dan suasana di sekitarnya yang indah. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Bergeser sedikit ke wilayah Pemerintahan Kota yang juga tidak terlalu jauh dari Sungai Cisadane, kalian bisa mengunjungi Masjid Al-Azhom sebagai destinasi tempat wisata religi kalian. Berbeda dengan Masjid Kali Pasir dan Klenteng Boen San Bio sebelumnya yang menawarkan wisata sejarah, Masjid Al-Azhom adalah masjid modern yang kini banyak disebut sebagai masjid kebanggaan warga Kota Tangerang.

Interior dan suasana di dalam Masjid Al-Azhom, Kota Tangerang. Sumber foto: Dokumentasi Penulis

Masjid Al-Azhom ini sepertinya cocok untuk dijadikan tujuan terakhir kalian setelah puas dan lelah ngabuburit menunggu waktu berbuka di sekitar bantaran Sungai Cisadane. Datang ke masjid ini untuk melaksanakan Sholat Maghrib, Isya dan Tarawih atau bahkan I’tikaf tentu bukanlah ide yang buruk. Hehe. Karena selain beribadah, kalian juga bisa menikmati indah dan megahnya pesona arsitektur Masjid Al-Azhom dari luar beserta pemandangan di taman pelataran masjid yang semakin indah pada malam hari.

Seorang anak bermain gelembung balon di taman masjid Al-Azhom, Kota Tangerang. Sumber foto: Dokumentasi Penulis.

Bagaimana? Seru kan ngabuburit di Sungai Cisadane, Tangerang?

Perasaan saya semakin senang dan bangga terhadap Tangerang dan Sungai Cisadanenya, karena setelah saya memutuskan untuk bergabung di komunitas Genpi atau Generasi Pesona Indonesia pada Januari 2018, baik di situs websitenya yang skala nasional maupun komunitas regionalnya, yaitu grup Genpi Banten, saya jadi lebih banyak mengetahui informasi terupdate tentang dunia pariwisata Indonesia, salah satunya ketika mengetahui bahwa Sungai Cisadane dengan kegiatan Festivalnya yang diadakan setiap tahun, ditetapkan sebagai salah satu 7 (Seven) Wonders Banten. Wow… Keren!

Jadi, kemana saja rencana ngabuburitmu pada Ramadan ini? Yuk, bagikan #PesonaRamadan2018 yang kamu alami dan rasakan. 

Sumber Referensi:

  1. Pengalaman Penulis, Ngabuburit ke Sungai Cisadane, Tangerang pada 25 Mei 2018 atau 09 Ramadan 1439 H.
  2. http://www.genpi.co/
  3. https://student.cnnindonesia.com/inspirasi/20160610164156-322-137276/apa-sih-artinya-ngabuburit/
  4. http://abouttng.com/asiknya-bermain-sepatu-roda-di-flying-deck-cisadane/
  5. https://travelingyuk.com/kampung-bekelir-di-tangerang/89651/

Disclaimer:

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog “Pesona Ramadan 2018” yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Genpi.co. Tulisan dan foto merupakan pengalaman dan dokumentasi pribadi Penulis. Adapun sumber referensi lainnya, sudah tercantum di atas.

How many stars for this post?

9 Komentar

Joe Candra P · Juni 2, 2018 pada 12:35 am

asyik banget ngabuburit dstu kayaknya bang

Like it?

    Firmansyah · Juni 2, 2018 pada 12:16 pm

    Hhehe.. iya bang Joe. Nanti kalo maen ke Tangerang. Mampir2 ke Cisadane ya.

    Like it?

Murtiyarini . · Juni 2, 2018 pada 1:43 am

Tangerang seru ya. Bogor belum ada nih beginian..semoga nular segera

Like it?

    Firmansyah · Juni 2, 2018 pada 12:17 pm

    Aaamiin. Tapi Bogor juga kyaknya banyak pilihan tempat wisata ya bu.. 🙂

    Like it?

Masirwin · Juni 11, 2018 pada 10:23 am

Aku lama di Tangerang tapi lum pernah ngabuburit di sekitar pasar lama

Like it?

    Firmansyah · Juni 17, 2018 pada 2:02 pm

    Rugi lho, Mas Irwin… wkwk. Nyoook diexplore Tangerangnya.. 😀

    Like it?

Yuni Andriani · Juni 18, 2018 pada 2:40 pm

Keren ini mas, kayaknya asik…semoga Romdhon-Romadhon berikutnya bisa ke sini….

Like it?

    Firmansyah · Juni 21, 2018 pada 3:37 pm

    Aaamiin. Semoga kita diberi umur panjang ya, Mbak Yun.

    Like it?

Adhi Hermawan · Juni 27, 2018 pada 7:58 am

Aku kira Tanggerang itu gak ada apa-apanya… Taunya banyak banget ya wisatanya…
perlu banget dicoba deh ini wisata…

Like it?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This