Sumber gambar: www.adindaazzahra.com. Diedit oleh Penulis

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh …

Halo Sobat Bang Firman’s Blog …

Bagaimana ibadah puasa Ramadhannya? Semoga Antum semua senantiasa diberi kelancaran, kemudahan dan kesabaran dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan ini ya. Aamiin.

Oh iya, kali ini saya ingin bercerita tentang salah satu negara destinasi di dunia yang sempat menjadi salah satu wishlist atau daftar impian saya yang ingin sekali saya kunjungi dalam hidup saya, tentu saja jika saya diberi kesempatan umur, kesehatan dan juga materi. Mengapa saya tuliskan ‘sempat menjadi salah satu wishlist‘? Tentu saja karena saya ragu dan tidak tahu itu akan benar-benar terwujud atau tidak, yang penting bagi saya adalah setidaknya kita harus memiliki impian yang tinggi terlebih dahulu. Insya Allah jika memang rezekinya dan Allah pun meridhoinya, pasti Allah akan memberikan jalan dan karunianya kepada kita. Aamiin.

Destinasi dunia yang saya maksud adalah negara dengan julukan Negeri Matador. Kalian tentu tidak asing dengan istilah Matador, bukan? Tahukah kalian negara apa yang saya maksud?

Budaya Matador, Adu Banteng Asal Spanyol. Sumber foto: www.cnnindoneia.com

Ya, betul. Spanyol. Negeri tempat berkumpulnya para matador atau torero hebat dan ulung. Matador, secara harafiah berarti pembunuh, adalah seorang torero yang sangat ahli di dalam pertarungan melawan banteng. Arti torero sendiri adalah pelaku utama dalam pertunjukan pertarungan manusia melawan banteng di Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol lainnya.

Tapi, saya paham. Tidak semua orang mengidentikkan Spanyol dengan matador. Saya yakin sekali, jika saya bertanya kepada teman-teman saya tentang Spanyol, khususnya teman-teman sesama pria, maka mereka akan dengan mudah menjawabnya. Jawaban mereka pasti tidak akan jauh dari dunia olahraga sepakbola. Seperti yang kita ketahui, Spanyol memang merupakan salah satu negara di Eropa bahkan di dunia yang memiliki banyak peminat dan fans fanatik sepakbola, khususnya fans klub-klub sepakbola Liga Spanyol dan juga para pemain-pemain terkenal yang merumput di dalamnya. Sebut saja Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid dan lain sebagainya, dengan pemain-pemain Leonel Messi, Cristiano Ronaldo, Neymar, Gareth Bale, dan lain-lain. Maka tidak heran, bila kemudian Spanyol disebut juga surganya pecinta sepakbola.

Barcelona dan Real Madrid, dua klub besar Spanyol. Selain Matador, Spanyol juga identik dengan Sepakbola. Sumber foto: www.sportku.com

Atau mungkin bisa jadi juga, jika saya bertanya kepada ‘mantan’ anak-anak yang tumbuh di masa awal era millennium atau awal tahun 2000-an tentang Spanyol, ada yang akan langsung teringat dengan serial kartun Dora The Explorer, dari Nickelodeon yang banyak mengajarkan kosa kata-kosa kata bahasa Spanyol dalam acaranya. Haha… ini hanya mungkin saja lho ya.

Tetapi, alasan utama saya memasukkan Negeri Matador sebagai salah satu destinasi impian saya adalah bukan karena sepakbolanya, adu bantengnya atau pun Dora dan lain sebagainya. Melainkan, karena dulu saya pernah belajar tentang Sejarah Kebudayaan Islam atau SKI semasa saya mengenyam pendidikan di Pesantren selama empat tahun. Dan mulai dari situlah ketertarikan saya terhadap Spanyol muncul dan rasa ingin tahu saya semakin memuncak, khususnya ketika mempelajari tentang napak tilas kejayaan Islam di Andalusia, Spanyol. Maka sejak saat itulah, saya sempat terpikirkan akan beruntungnya saya jika suatu hari nanti memiliki kesempatan untuk menapak tilas jejak-jejak cahaya peradaban Islam yang masih utuh dan berdiri di sana. 

Andalusia. Sumber gambar: www.redkarpettravel.com

Andalusia adalah sebuah komunitas otonomi Spanyol. Andalusia adalah wilayah otonomi paling padat penduduknya, dan kedua terbesar dari 17 wilayah yang membentuk Spanyol. Ibukotanya adalah Sevilla. Nama Andalusia berasal dari nama bahasa Arab “Al Andalus“, yang merujuk kepada bagian dari jazirah Iberia, yang dahulu berada di bawah pemerintahan Muslim. Sejarah Islam Spanyol dapat ditemukan di pintu masuk Al-Andalus.

Sebelum menaklukkan Spanyol, umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu propinsi di bawah kekuasaan Bani Umayyah. Umat Islam berhasil menduduki wilayah Spanyol (Andalusia) pada masa Khalifah al-Walid (705-715 M) yang merupakan salah satu khalifah dari dinasti Bani Umayyah yang kala itu masih berpusat di Damaskus, kemudian dari 756 sampai 1031 berpindah di Cordoba, Spanyol sebagai Kekhalifahan Cordoba.

Arsitektur-arsitektur bangunan yang ada di benua Eropa juga tidak lepas dari sejarah dan pengaruh masuknya budaya dan agama Islam, tidak terkecuali di Spanyol. Ada beberapa objek wisata di Spanyol yang dapat dikunjungi untuk melihat bukti bangunan bersejarah dan cahaya Islam yang pernah Berjaya di Eropa pada masa lalu.

Dan berikut ini adalah beberapa tempat-tempat impian saya yang ingin saya kunjungi dalam rangka menapak tilas sejarah cahaya Islam di Spanyol.

1. Istana Alhambra

Istana Alhambra, Granada. Sumber gambar: www.adindaazzahra.com

Alhambra adalah nama sebuah kompleks istana sekaligus benteng yang megah dari kekhalifahan bani ummayyah di Granada, Spanyol bagian selatan (dikenal dengan sebutan Al-Andalus ketika benteng ini didirikan), yang mencakup wilayah perbukitan di batas kota Granada. Istana ini dibangun sebagai tempat tinggal khalifah beserta para pembesarnya. Alhambra yang dalam bahasa Arab, al-hamra berarti “merah” ini merupakan sebuah benteng sekaligus istana yang megah yang didirikan oleh bangsa Moor yang berasal dari Afrika Utara pada tahun 1238-1358.

Sumber gambar: www.adindaazzahra.com

Istana Alhambra adalah simbol puncak kejayaan Islam di Spanyol. Islam masuk ke negeri ini dibawa oleh pasukan Islam pimpinan Thariq bin Ziyad yang dikirim raja muda Islam di Afrika, Musa bin Nusair. Pasukan Islam sendiri datang untuk memerdekakan Andalusia (Spanyol) dari kekacauan hebat atas permintaan Gubernur Ceuta, Julian.

Istana ini terdaftar sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1984 ini ternyata merupakan andalan pariwisata Granada menarik turis mancanegara.

2. Masjid Cordoba dan Mezquita

Sumber gambar: www.saliha.id

Mezquita atau Masjid Cordoba ialah sebuah Katedral di Spanyol yang dahulu merupakan bangunan masjid pada masa kekuasaan Islam. Cordoba adalah ibukota Spanyol di bawah pemerintahan Bani Umayyah. Setelah Reqonquista atau penaklukkan kembali spanyol oleh kaum Kristen, gedung ini diubah fungsinya menjadi sebuah gereja dengan Katedral gotik yang berarsitektur Moor. Sekarang keseluruhan gedung dipakai sebagai gedung katedral Cordoba di Spanyol.

Interior Mezquita. Sumber gambar: www.adindaazzahra.com

Interior Mezquita. Sumber gambar: www.adindaazzahra.com

Desain Masjid Cordoba melambangkan kesatuan dan harmoni antara Muslim, Yahudi, dan Kristen. Tercatat dalam sejarah, Abdul Rahman I membeli setengah Katedral untuk memudahkan masyarakat Muslim shalat. Tidak lama setelah itu, ia kemudian membeli setengah lagi utuk membangun sebuah masjid baru. Pada abad 16, sebuah katedral dibangun tepat di tengah-tengah masjid, kemudian diberi nama ‘Mezquita-Catedral’.

Kini, seperti kebanyakan tempat ibadah, Mezquita juga bisa dikunjungi para wisatawan. Walau sudah jadi Katedral, namun tempat ini masih sering dijadikan destinasi perjalanan para traveler Muslim. Bukan hanya di dalam bangunan, taman dan pelataran di sekitar Mezquita pun menarik untuk dijelajah.

3. Alcazar

Sumber gambar: www.dosde.com

The Alcazar of Seville atau Reales Alcázares de Sevilla adalah sebuah istana kerajaan di Sevilla, Spanyol. Bangunan ini diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1987. Selain itu, istana ini adalah istana tertua di Eropa yang masih difungsikan sebagai bangunan kerajaan. Hingga saat ini, keluarga kerajaan Spanyol masih kerap menggunakan tempat tersebut untuk beragam acara.

Gerbang Alcazar. Sumber gambar: www.adindaazzahra.com

Sebelum Islam masuk ke Spanyol, Alcazar merupakan sebuah benteng. Namun setelah Islam datang, mereka mengubah Alcazar menjadi istana. Alcazar masih digunakan sampai sekarang, dikenal sebagai salah satu istana kerjaan tertua di Eropa.

4. Madinat Al Zahra

Sumber gambar: www.saliha.id

Madinat al-Zahra di abad ke 10 adalah salah satu pusat terbesar kesenian dan budaya di Andalusia. Madinat al-Zahra merupakan kediaman kalifah Abdur-Rahman III, bahkan merupakan salah satu keajaiban zaman atau “wonders of the age” pada abad ke 10 sampai akhirnya hancur pada abad ke 11. Dalam bahasa Arab dikenal sebagai Madinat al-Zahra yang berarti: “kota bersinar”.

Sumber gambar: www.adindaazzahra.com

Pada masa kejayaan Islam, kota di Cordoba ini dipimpin dan dibangun oleh Kekhalifahan Umayyah. Kepemimpinan muslim pada kota ini tidak hanya memperoleh kekuasaan politik, tetapi juga para ulama betul-betul mengamalkan ajaran Islam dengan benar. Para ulama juga mempelajari berbagai bidang ilmu dan teknologi sehingga meninggalkan beragam kreasi menakjubkan, yang dapat dinikmati masyarakat masa kini.

Itulah sederet tempat-tempat yang ingin saya kunjungi di Spanyol, jika saya berkesempatan untuk menjelajah Negeri Matador ini. Spanyol memang istimewa sebagai destinasi wisata dunia. Bahkan tahun lalu, Spanyol terpilih sebagai negara dengan destinasi terbaik di dunia untuk berlibur. Berdasarkan laporan yang dirilis Forum Ekonomi Dunia tentang destinasi dunia yang baik dan ramah untuk berwisata yang bertajuk ‘Travel & Tourism Competitiveness Report 2017: Paving the way for a more sustainable and inclusive future‘, menjelaskan bahwa keindahan arsitektur Gereja Sagrada Familia karya Antoni Gaudi di Barcelona, The Camino de Santiago menjadi salah satu spot wisata yang membuat Spanyol menjadi negara terbaik untuk dikunjungi. 

Gereja Sagrada Familia di Barcelona, dirancang oleh Antoni Gaudi. Sumber gambar: www.dezeen.com

Laporan tersebut juga menyebutkan Spanyol bisa menjadi pilihan bagi orang-orang yang membatalkan berlibur ke Timur Tengah karena faktor keamanan. Selain itu, kemenangan Spanyol ini juga didukung dengan sistem transportasi yang maju dan modern.

Berbicara tentang wisata mancanegara, kini tengah booming hampir di seluruh dunia tentang wisata halal atau wisata muslim. Wisata halal merupakan bagian dari industri pariwisata yang awalnya ditujukan untuk wisatawan muslim. Namun, faktanya hingga kini, wisata halal kian digandrungi oleh para pelaku pariwisata atau kalangan traveler secara global, baik yang muslim, maupun non-muslim. Pelayanan wisatawan dalam wisata halal memang merujuk pada aturan-aturan Islam, salah satunya dalam pelayanan makanan yang lebih sehat dan terjamin. Tak heran, jika tren wisata halal kini semakin mendunia dan dipilih sebagai alternatif pilihan berwisata mancanegara.

Nah, ternyata untuk mewujudkan impian saya menapak tilas peradaban Islam di Andalusia, Spanyol pun sepertinya tidak perlu ribet dengan biaya yang terlalu mahal, karena sudah ada tour and travel agent yang telah menyediakan dan mempersiapkan semuanya, yaitu Adinda Azzahra Tour & Travel. Adinda Azzahra ini adalah salah satu pelopor Umroh Plus dan Wisata Muslim Mancanegara yang mengadakan berbagai macam pilihan paket perjalanan wisata muslim mancanegara, seperti Andalusia, Eropa Barat, Eropa Timur, Turki, Jepang, dan lain sebagainya.

Wah, semoga suatu hari nanti saya bisa berkesempatan mewujudkan impian saya menapak sejarah cahaya Islam di Spanyol dan juga mengunjungi berbagai destinasi wisata mancanegara lainnya bersama Adinda Azzahra Tour & Travel. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Sumber Referensi :

  1. Website Resmi www.adindaazzahra.com
  2. Media Sosial Adinda Azzahra Tour & Travel
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Al-Andalus
  4. http://www.bacaanmadani.com/2017/06/sejarah-perkembangan-peradaban-islam-di.html
  5. https://www.viva.co.id/blog/sejarah/926003-sejarah-perkembangan-peradaban-islam-di-andalusia-spanyol
  6. http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/travelling/17/04/20/oop0j1328-spanyol-dinobatkan-negara-terbaik-dunia-untuk-berlibur

Disclaimer:

Tulisan ini diikutsertakan dalam Wisata Muslim Blogger Competition “Wisata Muslim Mancanegara“ yang diadakan oleh Adinda Azzahra Tour & Travel. Seluruh referensi dan sumber gambar telah tercantum di atas.

 

How many stars for this post?

8 Komentar

Joe Candra P · Juni 2, 2018 pada 12:34 am

pengen kesana juga ane bang hehee

Like it?

    Firmansyah · Juni 2, 2018 pada 12:17 pm

    Hihihi…. Semoga kite ada rezeki kesono yak. Aamiin.

    Like it?

Rusdi Rola · Juni 4, 2018 pada 9:54 pm

Berharap biaa kesana suatu waktu. Amin YRA…

Like it?

    Firmansyah · Juni 4, 2018 pada 10:44 pm

    Aaamiin. Semoga bisa punya rezeki kesana ya. 🙂

    Like it?

masirwin · Juni 17, 2018 pada 8:00 pm

30 jutaan yah ,,, cukup murah juga 🙂

Like it?

    Firmansyah · Juni 27, 2018 pada 3:50 pm

    Hehehe iya mas. Terjangkau sekali, dengan rute destinasi yang banyak. 🙂

    Like it?

Hendi · Juni 27, 2018 pada 6:30 am

pengen

Like it?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This