Tahun 2020 dan pandemi Covid-19 seolah menjadi skenario cerita yang tak berjeda dan tak terpisahkan sepanjang tahun. Bahkan episodenya kian bertambah panjang dan sempat mencapai titik klimaksnya di Tanah Air pada akhir semester awal tahun 2021. Mewabahnya virus korona sangat berdampak besar pada hampir seluruh aspek dan tatanan kehidupan manusia di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Kasus demi kasus yang hingga kini masih ditemukan bahkan dengan varian-varian terbarunya, tak ayal membuat masyarakat dunia gusar dan gundah gulana. Tetapi di balik itu semua, selama dunia masih percaya akan hebatnya ide dan karya tangan-tangan pemuda, yakinlah bahwa kobaran semangat dan gelora asa untuk dunia akan selalu ada.

*** 

Pemuda. Bagian dari masyarakat yang selalu memiliki rasa keingintahuan dan semangat juang yang tinggi serta tak pernah kehabisan ide dan kreasi, sehingga dari merekalah banyak bermunculan inovasi-inovasi yang tiada henti.

Seolah tak ingin hanya berpangku tangan dan berdiam diri di tengah pandemi Covid-19, mereka memilih untuk ikut terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian, berkontribusi meracik solusi, dan berkreasi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi agar penyebaran virus korona dapat segera teratasi.

Berbicara tentang pemuda memang sangat lekat hubungannya dengan mahasiswa-mahasiswa yang sedari dulu dikenal sebagai the agents of change. Dengan berbekal ilmu yang didapat dari bangku kuliah serta keterlibatan aktif di organisasi dan unit kegiatan mahasiswa yang disukai, tidak sedikit dari mereka mencoba mencari solusi dengan melibatkan teman sejawatnya serta para dosen untuk masuk dalam tim kampus dalam rangka berkontribusi melahirkan karya inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi demi mengatasi berbagai kebutuhan akibat dampak virus Covid-19.

Sebut saja Arya Ananda Indrajaya Lukmana. Satu dari sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia yang juga turut ambil bagian dan berlomba-lomba dalam mengembangkan teknologi untuk memberantas virus korona.

Usianya yang baru menginjak 19 tahun ternyata tidak menyudutkan kobaran semangatnya untuk ikut berkontribusi dan memberikan sumbangsih. Sebaliknya, peristiwa pandemi ini justru memicu rasa keingintahuan dan kreativitasnya untuk melawan virus korona dengan karya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia bahkan dunia.

Ide Brilian di Warung Makan

Pemuda asal Cilegon yang lahir di Jakarta pada 8 Februari 2001 ini adalah seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia. Sejak virus korona baru dikabarkan merebak pada akhir 2019 di Wuhan, Tiongkok, ia selalu mengikuti perkembangan beritanya.

Selama ia mengikuti perkembangan berita tersebut, ia semakin yakin bahwa virus Covid-19 berpotensi menyebar ke seluruh penjuru dunia. Maka, ia pun terpikirkan untuk membuat suatu inovasi berbentuk aplikasi di ponsel pintar yang dapat mempermudah setiap orang untuk mendeteksi risiko tertular virus korona baru sekaligus memberikan edukasi kepada publik seputar virus korona dan berbagai perkembangannya.

Dengan santainya, ia pun menyatakan bahwa ide untuk membuat aplikasi tersebut tebersit saat ia sedang makan siang di sebuah warung makan, di sekitar kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Ia bersantap sambil menonton dan mengamati program berita yang sedang disiarkan televisi di rumah makan tersebut.

”Jujur, saya memang dapat idenya saat sedang makan siang di warung makan dan sambil menonton acara berita di televisi,” ujar pemuda keturunan Sunda dan Minang ini.

“Pas pulang ke kos, saya makin penasaran dengan dampak virus korona. Saya perhatikan, grafik penderita di dunia ternyata mulai naik dan saya berpikir ini bisa jadi pandemi dunia. Dari situ saya langsung berpikir untuk bisa membantu. Lalu, muncullah ide buat aplikasi untuk mendeteksi risiko korona sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Arya menambahkan.

Arya Lukmana bersama teman-teman mahasiswa dan dosen pembimbing dari FK UI saat berdiskusi di tengah pandemi melalui video teleconference. Sumber dokumentasi: Arya Lukmana.

Arya pun bergerak cepat untuk mewujudkan idenya. Ia segera menghubungi teman-temannya di Fakultas Kedokteran UI untuk mengisi konten edukasi soal Covid-19 berdasarkan rujukan jurnal ilmiah, serta mematahkan berbagai informasi hoaks. Selain itu, Arya juga menghubungi kenalannya sesama mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komputer UI untuk membantunya dalam teknis kerja aplikasi yang idenya sudah mengawang dalam pikirannya tersebut.

Arya bersama timnya sesama mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk dibimbing secara langsung oleh beberapa dosen di kampusnya yang bersedia membantu secara sukarela untuk mewujudkan ide Arya tersebut. Mereka sempat berdiskusi terbatas secara langsung. Namun, ketika kampus diliburkan, kerja keras untuk mewujudkan aplikasi ini tetap dikerjakan walau pada akhirnya forum diskusi berlanjut secara daring dengan memanfaatkan teknologi video teleconference.

Melawan Korona dengan EndCorona

Hasil memang tidak akan mengkhianati usaha. Ide brilian dan inisiatif Arya untuk mewujudkan ide aplikasi tersebut ternyata mendapat dukungan luar biasa dari Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) FK UI dan pengabdian masyarakat sehingga dalam waktu kurang dari sebulan, aplikasi yang diprakarsai Arya Lukmana itu sudah tersedia dan bisa diakses oleh masyarakat secara gratis terhitung mulai April 2020. Secara  resmi, aplikasi itu pun akhirnya diberi nama EndCorona.

Aplikasi EndCorona dirancang untuk dapat membantu orang-orang melakukan skrining secara mandiri dengan menjawab sejumlah pertanyaan pada fitur Assessment. Usai mengisi, pengguna akan segera mengetahui apakah dia masuk dalam kategori risiko rendah, hati-hati, rentan, atau sangat rentan dalam hal risiko tertular Covid-19.

Selain itu, ada pula fitur penting dan bermanfaat lainnya seperti rumah sakit rujukan, peta kasus Covid-19, kontak hotline EndCorona, konten edukasi terkait Covid-19, serta berbagai berita seputar Covid-19 yang terus diperbarui.

Dalam perjalanannya, kini aplikasi EndCorona lebih memperkuat konten-konten edukasi agar publik siap dengan berbagai adaptasi kebiasaan baru, termasuk juga sosialisasi dan ajakan kepada masyarakat tentang pentingnya melakukan vaksinasi Covid-19. Menurut Arya, berbagai konten edukasi yang tersedia di aplikasi EndCorona memang bertujuan agar masyarakat tetap sadar soal ancaman Covid-19. Beberapa kontennya pun dikemas dengan kemasan dan tampilan menarik seperti animasi dan poster supaya bisa lebih mudah dicerna dan diterima.

”Targetnya membantu masyarakat dan pemerintah untuk menjalani adaptasi kebiasaan baru. Membantu masyarakat tetap sehat dan ekonomi bisa pulih pelan-pelan,” ujarnya.

Meskipun menggeluti ilmu kedokteran, Arya Lukmana juga tertarik dengan teknologi digital. Dia memiliki kemampuan sebagai arsitektur web server, data sains, kecerdasan buatan, arsitektur cloud (khususnya Amazon Web Services), serta pengembangan dan desain web. Ia pun berencana memanfaatkan teknologi digital untuk bidang kesehatan.

”Dulu awalnya sempat bingung pilih jurusan kuliah. Aku suka biologi, makanya milih FK. Tapi aku juga suka robotika, tertarik juga kuliah di elektro. Tapi, sekarang bisa menggabungkan kedua minatku ini dengan mengawinkan dunia kesehatan dan teknologi digital,” ujar Arya yang juga memiliki hobi berenang ini.

Di luar dunia kedokteran dan teknologi digital, Arya juga berminat pada bidang kewirausahaan. Ia menggagas lahirnya usaha rintisan bidang pendidikan bernama Edufia yang didukung sejumlah mahasiswa lainnya. Usaha rintisan itu menyajikan materi belajar untuk menghadapi Olimpiade pada ajang Kompetisi Sains Nasional di tingkat SMA sederajat. Ide Arya ini mendapatkan dukungan dari Direktorat Inovasi dan Science Techno Park UI.

Arya mengatakan, aktivitasnya di berbagai bidang itu ia niatkan untuk membantu orang banyak. ”Dengan apa yang saya ciptakan, saya mau bikin dampak yang baik. Misal Edufia yang menawarkan aktivitas belajar untuk Olimpiade online dengan harga murah. Saya juga mengalokasikan kemampuan saya untuk aktivitas sosial, seperti lewat aplikasi EndCorona ini, yang engga mengejar target jumlah pengguna dan masyarakat bisa gunakan secara gratis,” kata Arya yang pernah menjuarai Olimpiade Sains Nasional Bidang Biologi Tingkat SMA di DKI Jakarta.

Apresiasi Astra untuk Karya Pemuda

Kiprah generasi muda seperti Arya mampu menjadi motor penggerak dan memberi dampak pada lingkungan sekitarnya. Aksi dan karya Arya pun akhirnya diapresiasi sejumlah pihak, salah satunya Astra melalui program Semangat Astra Terpadu (SATU) Indonesia Awards yang pada tahun 2021 ini telah memasuki tahun penyelenggaraan ke-12.

Mulai pada tahun 2020 yang lalu, ada tambahan satu kategori apresiasi pada event SATU Indonesia Awards, yakni Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19 dan Arya berhasil menjadi salah satu penerima apresiasi kategori khusus ini.

Kobaran Semangat Arya, Melawan Korona dengan KaryaKobaran Semangat Arya, Melawan Korona dengan KaryaApresiasi ini menunjukkan bahwa masih banyak anak muda Indonesia yang memiliki semangat tak pernah padam untuk memberi arti bagi negeri. Seperti ketika menghadapi musibah virus korona yang penuh dilema ini, anak muda tetap mampu berkontribusi sesuai passion dan keahlian diri masing-masing serta memberikan sumbangsih.

Semoga kobaran semangat Arya dalam berkarya melawan Korona mampu menjadi inspirasi dan role model bagi pemuda-pemuda lainnya, khususnya para mahasiswa di seluruh penjuru Indonesia.

#TersenyumlahIndonesia #SemangatSalingBantu #KitaSATUIndonesia

How many stars for this post?

16 Komentar

sarahjalan_ · Desember 7, 2021 pada 2:33 pm

kreatif banget ya Arya, dan semangatnya perlu banget ditiru sama anak anak jaman sekarang, berkarya dan selalu berkarya untuk hal2 bermanfaat bagi orang banyak

Like it?

Ayu Natih Widhiarini · Desember 7, 2021 pada 6:52 pm

Ya ampuun keren banget Arya, cerdas dan inovatif banget. Selalu suka sama semangat mahasiswa seperti ini, auto menang kalau nanti mewakili UI di Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional

Like it?

Lasmicika · Desember 7, 2021 pada 7:19 pm

Salut dengan semangat dan motivasi Arya yang berkarya dan membantu orang banyak dengan karyanya. Saya jadi berpikir, kalau bidang pofesi saya, kira-kira bisa ngelakuin hal yang sama dengan cara apa ya?

Like it?

Cicajoli · Desember 7, 2021 pada 7:39 pm

oalah saya baru tahu ada EndCorona setelah baca artikel ini, kurang sosialisasi kah ? padahal ini aplikasi berguna banget apalagi pas corona lagi naik-naiknya..

btw daebak sih Arya, karya nya lahir sesuai kebutuhan dunia saat ini 🙂

Like it?

Dirman · Desember 7, 2021 pada 9:57 pm

Keren dan salut untuk mas Arya! Seperti itulah seharusnya seorang pemuda Indonesia, seperti kata Bung Karno “Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Like it?

Dian Farida Ismyama · Desember 7, 2021 pada 11:51 pm

Inspiratif. Aku baru tahu ada aplikasi EndCorona. Semoga bisa digaungkan lagi agar lebih banyak masyarakat yang membuka. Terutama buat meredam hoaks nih. Keren salut aku sama Mas Arya

Like it?

Rautra · Desember 8, 2021 pada 11:08 am

Wah ternyata EndCorona itu punya Arya ya. Saya dulu pernah sempat nyoba waktu kena covid. Dan emang bener-bener membantu edukasi soal gejala dan apa saja yang bisa dijadikan buat meningkatkan kondisi imun. Bener-bener menarik proyeknya, keren. Makasih atas ulasannya Bang Firman.

Like it?

Joe Candra P · Desember 9, 2021 pada 1:07 pm

Ini mah keren sih. Aku sebagai anak IT harusnya bisa membuat platform juga. Tapi, tapi, tapi… Ah sudahlah passion sudah berganti. Mantab Arya and team… UI mah kerennnnnn

Like it?

Ulfah Aulia · Desember 9, 2021 pada 3:15 pm

Ini mah luar biasa kak, membuat aplikasi yang sesuai dgn Ilmu

Like it?

Gita Sarrah · Desember 9, 2021 pada 3:16 pm

Salut banget sama generasi Z yang cerdas dan punya visi untuk masa depan. Semoga semakin banyak Arya lainnya yang mampu menciptakan wadah bermanfaat bagi masyarakat. Baik di bidang kesehatan maupun bidang lainnya.

Like it?

Ulfah Aulia · Desember 9, 2021 pada 3:17 pm

Ini mah luar biasa kak, membuat aplikasi yang sesuai dengan ilmu di saat pandemi gini… Pastinya semua orang membutuhkan fitur2 yg dikelola dalam app EndCorona ya, kerenn

Like it?

Zeneth Thobarony · Desember 9, 2021 pada 11:37 pm

Wah inpsiratif banget ya, ini kayak pelajaran buat kita, jangan jadikan masalah buat digerutui, tapi jadikan peluang!

Like it?

Zia · Desember 10, 2021 pada 10:18 am

Salah satu karya membanggakan anak bangsa. Aku yakin Indonesia punya daya saing yang tinggi. Kaayaknya aku mau install juga nih aplikasinya. Ide keren untuk kontribusi peduli pandemi.

Like it?

Fenni Bungsu · Desember 10, 2021 pada 10:35 am

Kolaborasi ilmu kedokteran dan digital jadi hal bermanfaat seperti yang dilakukan Arya. Ini jadi inspirasi buat siapa saja termasuk para generasi muda. Yuk semangat kawan Corona, kita bisa!

Like it?

Sabda Awal · Desember 11, 2021 pada 6:56 pm

Ide berilian yang berdampak dalam memutus rantai korona itu lahir saat makan siang di warung. Ide cemerlang itu memang bisa muncul dimana saja. Menariknya Arya merealisasikan ide itu, bahkan mengawinkan 2 bidang yang disukainya yaitu biologi/kesehtaan (FK) dan teknologi digital. semoga berikutnya ada Arya-Arya baru bermunculan di negeri ini

Like it?

Amir · Desember 15, 2021 pada 1:56 pm

Wah luar biasa sekali ya anak muda zaman sekarang. Idenya sangat menarik ditengah pandemi yang sedang terjadi. Karya seperti ini layak sekali diapresiasi dan dukungan dari berbagai pihak agar dapat terus dikembangkan.

Like it?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This

Share This

Share this post with your friends!

error: