Halo Sobat Bang Firman’s Blog …

Kita tentu sudah tidak asing lagi mendengar istilah era industri 4.0, bukan? Nyatanya, saat ini kita memang sedang dalam momentum menyambut era industri 4.0 yang ditandai dengan semakin berkembangnya dinamika kehidupan berkat kecanggihan teknologi yang sudah memberikan kita banyak kemudahan dan kenyamanan dalam berbagai bidang dan lini aktivitas sehari-hari. Salah satunya, dalam hal bertransaksi jual beli dan berbisnis. Apa lagi di tengah masa pandemi seperti ini, situasi genting saat pandemi membuat masyarakat semakin sadar akan pentingnya teknologi informasi, sehingga turut meningkatkan kecenderungan masyarakat untuk bertransaksi jual beli dan berbisnis secara online.

Dewasa ini, sepertinya sudah menjadi pemandangan yang lumrah jika melihat seseorang dengan antusiasnya berbelanja online lewat ponsel cerdas (smartphone) dalam genggaman tangan atau seorang kurir yang sibuk mengantarkan bertumpuk-tumpuk bingkisan paket ke rumah-rumah pembeli online di berbagai sudut lokasi. Perubahan zaman dan teknologi yang kian maju, diikuti dengan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang semakin meningkat setiap waktu, mau tidak mau, akan menuntut siapa pun yang sedang merintis usaha atau bisnis untuk sesegera mungkin berinisiatif dan mengambil tindakan untuk mengembangkan bisnisnya secara online agar dapat bersaing dan meraup keuntungan yang lebih besar dan maksimal.

Menjamurnya beragam pilihan situs marketplace populer serta berbagai perusahaan jasa yang menawarkan kemudahan dalam membuat website, semakin menambah peluang bagi kita untuk mengembangkan bisnis secara online. Pasalnya, dengan mengembangkan bisnis secara online, produk usaha atau bisnis yang kita kelola akan menjangkau lebih banyak orang, sehingga berpeluang menarik lebih banyak calon pembeli dan meraup lebih banyak keuntungan. Secara kasat mata, membuka lapak usaha di platform marketplace ternama memang menawarkan massa yang cukup banyak, namun mengembangkannya dengan memiliki website dan nama domain sendiri juga menawarkan branding yang cukup menjanjikan bagi usaha atau bisnis kita.

Pertanyaan: Lalu, manakah yang harus kita pilih? Berbisnis online di marketplace atau membuat website dan alamat domain lalu mengembangkannya untuk branding usaha? Atau satu lagi, menjadikan keduanya bersinergi dan bukan sebagai opsi atau pilihan? Hmmm … Interesting!
Jawaban: Mari kita bahas dan temukan jawabannya bersama-sama pada tulisan kali ini.

 POTENSI DAN PROYEKSI BISNIS ONLINE 

Sebelum melangkah lebih jauh ke pembahasan tentang opsi berbisnis online di marketplace atau di website dan domain sendiri, sebagai seorang yang ingin serius mengembangkan bisnis online, tentu sebaiknya kita perlu mengetahui terlebih dahulu, bagaimana potensi yang bisa dikembangkan oleh bisnis online yang kita jalani nanti serta sejauh dan sebesar apa proyeksi atau gambaran keuntungan yang bisa dihasilkannya. Untuk itu, mari kita lihat sedikit gambaran tentang perkembangan bisnis online di Indonesia selama beberapa tahun terakhir dan beberapa tahun yang akan datang.

Menurut hasil riset yang dilakukan oleh Statista, sebuah platform data bisnis global nomor wahid di dunia yang bermarkas di Hamburg, Jerman, penjualan dan bisnis e-commerce (perdagangan elektronik) ritel di Indonesia akan tumbuh sebesar 133,5% menjadi US$ 16,5 miliar atau sekitar Rp 219 triliun pada tahun 2022 dilihat dari posisinya pada tahun 2017. Statista juga menyatakan bahwa pertumbuhan ini ditopang oleh pesatnya kemajuan teknologi yang memberikan kemudahaan berbelanja bagi konsumen. Munculnya Generasi Z (Gen Z) yang lahir di era digital juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan e-commerce di tanah air.

Berbelanja dan bertransaksi secara online nyatanya juga telah menjadi salah satu aktivitas yang menarik, karena memberikan pengalaman baru dalam berbelanja bagi para konsumen. Ini merupakan salah satu alasan konsumen mulai beralih dari cara belanja tradisional yang harus pergi ke pasar atau supermarket untuk membeli suatu barang (offline), dan sekarang mulai beralih secara digital dengan hanya mengunjungi situs belanja.

Maka dari itu, pertimbangan peluang inilah yang perlu kita manfaatkan untuk berani memulai bisnis secara online. Kesempatan untuk berinovasi yang terbuka lebar dan pergeseran gaya hidup masyarakat menjadi salah satu kekuatan bisnis online pada website atau e-commerce, marketplace, atau pun online shop.

Lho, kok jadi ada tiga? Website e-commerce, marketplace, dan online shop?

Nah, jangan heran. Jika kita berbicara tentang bisnis online, maka pasti ketiga istilah tersebut akan selalu ada menghiasi pembahasan dan obrolan tentang jagat bisnis online. Bahkan, masih banyak di antara kita yang masih keliru akan perbedaan di antara ketiganya. Maka dari itu, baiknya kita memahami terlebih dahulu dan mengenal lebih dekat tentang perbedaan ketiganya. 

 PERBEDAAN E-COMMERCE (WEBSITE), MARKETPLACE, DAN ONLINE SHOP 

Sebelum mengetahui secara rinci tentang perbedaan antara e-commerce (website), marketplace, dan online shop, kita ketahui dahulu pengertian dan penjelasan singkat dari ketiganya.

1.  E-Commerce

E-Commerce atau yang sering juga disebut dengan toko online adalah website yang digunakan untuk menjual produk-produk dari pemilik website. Produk yang dimaksud di sini pun bisa terbatas pada satu brand atau bisa bermacam-macam produk dari berbagai brand. Namun, produk tersebut tetaplah dijual oleh satu penjual saja, yakni si pemilik website itu sendiri.

Jadi sederhananya, jika kita ingin membuat website dan memiliki nama domain baru yang fokus untuk digunakan sebagai toko online dan tempat kita berbisnis, sebagai contoh: www.rajasepatuhits.com, www.nonaskincare.com, www.jajansnack.com, dan lain sebagainya, maka secara otomatis dan mungkin banyak yang tidak menyadari juga bahwa sebenarnya kita sudah membuat sebuah website e-commerce. 

2.  Marketplace

Marketplace merupakan website pihak ketiga yang bertindak sebagai perantara untuk menghubungkan penjual dengan pembeli di internet. Bisa dikatakan marketplace adalah department store online, di mana banyak penjual dengan berbagai jenis produk yang dijual, namun berada dalam satu lokasi atau tempat yang sama. Menariknya, semua marketplace itu pasti e-commerce, tapi tidak semua e-commerce itu marketplace. Nah, kalian bingung gak?

Mengapa demikian? Kita ambil contoh beberapa marketplace terkemuka di Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee. Ketiga marketplace ini pada dasarnya adalah sebuah website e-commerce yang memiliki website dan alamat domain sendiri, serta memiliki branding perusahaan sebagai mall online di mana setiap orang dapat berbelanja dan juga mendaftar untuk bergabung menjadi penjual di dalamnya.

Di sisi lain, tidak semua website e-commerce bisa disebut sebagai marketplace, karena sebagian besar website e-commerce hanya berfokus pada produk-produk yang dijual oleh satu penjual saja, yakni si pemilik website itu sendiri. Maka, dari sisi branding, memiliki website atau e-commerce akan berdampak baik untuk investasi jangka panjang.

3.  Online Shop

Pengertian dan ruang lingkup online shop lebih sempit lagi dibandingkan e-commerce dan marketplace. Istilah yang satu ini rasanya lebih familiar di telinga masyarakat Indonesia secara umum, online shop atau biasa disingkat ‘olshop’ adalah istilah yang lebih merujuk kepada akun atau kanal yang hanya fokus melakukan bisnis atau berjualan di platform-platform media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Karena memang dua media sosial inilah yang paling sering digunakan untuk online shop.

Bagaimana? Singkat dan mudah dipahami, bukan? Persamaan di antara ketiganya tentu saja terletak pada tujuan dan fungsi ketiganya, yaitu sebagai alat, tempat, atau perantara untuk berbelanja dan berbisnis secara online.

Adapun perbedaan di antara ketiganya, agar lebih simpel, praktis, ringkas, dan ciamik, saya sudah merangkumnya ke dalam sebuah infografis di bawah ini. Silakan disimak dan dibaca dengan seksama ya.

Nah, dengan membaca penjelasan singkat dan infografis yang tersedia di atas, tentunya sekarang kita sudah menjadi lebih tahu mengenai perbedaan antara e-commerce (website), marketplace, dan online shop. Namun, jika kita singkirkan sejenak pilihan online shop, dan kita kembali ke tujuan awal tulisan, yaitu hanya berfokus pada website (e-commerce) dan marketplace, manakah yang harus kita pilih? 

Jawaban: Kalau bisa bersinergi, mengapa harus ada opsi dan pilihan? Kalau dengan menggunakan keduanya akan menghasilkan sinergi dan hasil yang lebih baik dan maksimal, kenapa tidak? Ya, kan? 

Maka, bijaknya kita gunakan website dan domain untuk branding produk bisnis kita, dan kita manfaatkan  juga kekuatan pangsa pasar dan daya tarik branding yang sudah terbentuk di marketplace-marketplace ternama untuk menggaet lebih banyak calon pembeli. 

 SAATNYA BERSINERGI, MEMANFAATKAN DOMAIN UNTUK BISNIS ONLINE 

Sedari tadi kita sudah singgung dan beberapa kali menyebutkan tentang sinergi sebagai hal yang bisa kita lakukan dan manfaatkan untuk mengembangkan bisnis online. Mungkinkah ada di antara kalian yang masih bingung dan belum menemukan titik terang tentang apa dan bagaimana sinergi yang dimaksud?

Jadi, daripada kita bingung memilih salah satu antara website dan marketplace sebagai alat dan tempat untuk mengembangkan bisnis online, baiknya kita mengnyinergikan keduanya untuk diambil kelebihannya masing-masing, lalu diaplikasikan guna memaksimalkan peluang dan potensi bisnis yang kita miliki. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan nama domain untuk bisnis online.

Apa itu Domain?

Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti web server di jaringan komputer maupun internet. Nama server ini biasanya berupa deretan angka rumit yang dikenal sebagai alamat IP (IP Address). Nah, tujuan adanya nama domain ini tentu saja untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, sekaligus membuat website kita menjadi lebih mudah diingat.

Agar kita tidak bingung dengan pengistilahannya, nama domain ini juga lazim disebut dengan sebutan URL atau alamat website. Nama domain bisa kita dapatkan dengan mudah melalui perusahaan jasa penyedia layanan domain dan hosting seperti Rumahweb yang menyediakan layanan domain murah, hosting murah, dan hosting unlimited. Kita hanya tinggal pesan, bayar, tunggu proses verifikasi sejenak, dan domain kita akan siap digunakan.

Manfaat Domain untuk Bisnis

Di samping untuk menamai website kita sendiri, perlu diketahui bahwa kita juga dapat memanfaatkan nama domain untuk berbagai keperluan, khususnya untuk menjalankan bisnis online. Jadi, dengan nama domain yang sudah kita pilih dan buat di penyedia layanan domain dan hosting Indonesia, kita bisa menghubungkan alamat domain tersebut ke toko yang telah kita miliki di berbagai marketplace populer, seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan lain-lain. 

Jika kita memiliki toko online di marketplace-marketplace tersebut di atas, tentu nama toko kita tidak langsung menggunakan nama domain kita sendiri dan akan mendapat nama domain sesuai marketplace yang kita gunakan, misalnya: https://www.bukalapak.com/jogjafoodz. Terlihat rumit dan kurang simpel, kan? Nama domain yang singkat dan sesuai jenis usaha, akan mempermudah dalam promosi bisnis. Kita juga dapat menempatkannya di berbagai media promosi agar semakin dikenal, misalnya pada kartu nama dan berbagai profil di media sosial.

Selain untuk alamat website dan mengarahkannya ke toko kita di marketplace, dengan memiliki domain, kita juga bisa membuat alamat email profesional. Email domain ini akan sangat membantu kita agar terlihat lebih profesional dan kredibel di mata pelanggan. Bayangkan, jika perusahaan atau bisnis yang kita kelola masih menggunakan email umum seperti gmail, yahoo, atau outlook? Mungkin klien akan merasa kurang yakin dengan bisnis kita. Jika hal tersebut tidak ingin terjadi, maka segeralah amankan nama domain yang kita inginkan, kemudian setup email profesional kita. Contohnya, nama domain blog ini (bangfirman.com) bisa digunakan untuk membuat email profesional seperti admin@bangfirman.com, dan lain sebagainya.

Manfaat terakhir, jika kita ingin mengarahkan nama domain kita ke media sosial seperti Facebook, Instagram, atau pun Twitter, itu juga sangat mungkin dilakukan. Opsi ini cocok bagi yang tidak ingin membuat website, namun hanya ingin mem-branding media sosial dengan sebuah nama domain agar mudah diakses.

Bagaimana? Menarik, bukan? Selain bisa memiliki nama domain atau alamat website yang sesuai dengan keinginan, domain tersebut juga tetap dapat kita arahkan atau hubungkan ke toko kita di berbagai marketplace ternama sebagai tempat untuk berbisnis online. Jadi, inilah jawaban tentang apa yang dimaksud dengan sinergi antara website dengan marketplace

Pertanyaan: Lalu bagaimana cara menghubungkan alamat domain kita ke toko online kita di marketplace?
Jawaban: Alamat domain kita dapat diatur agar terhubung dengan toko online  kita di marketplace dengan sebuah cara yang disebut Domain Forwarding. Untuk melakukannya, kita bisa mengikuti cara yang diberitahukan oleh Rumahweb sebagai salah satu penyedia layanan jasa domain dan hosting Indonesia. Namun, pastikan bahwa sebelumnya kita sudah membeli layanan domainnya ya. 🙂

Sekilas Tentang Rumahweb

Sejak didirikan pada tahun 2002 di Yogyakarta, Rumahweb Indonesia kini tumbuh menjadi salah satu perusahaan hosting terbesar di Indonesia yang kini melayani lebih dari 14.000 domain pelanggan. Berawal dari 1 server, kini Rumahweb telah memiliki lebih dari 30 server untuk melayani hosting dan VPS/Cloud. Rumahweb percaya pertumbuhan ini tidak lepas dari penanaman sikap dan kesadaran bahwa bisnis ini dibangun atas kepercayaan pelanggan terhadap Rumahweb, sehingga seluruh aktivitas yang ada di dalamnya hanya bertujuan untuk satu hal saja, yakni menjamin kepercayaan pelanggan terhadap Rumahweb dapat dijaga dengan segala konsekuensinya.

Agar lebih ringkas, simpel, dan juga ciamik, berikut ini saya tampilkan beberapa informasi berupa gambar tentang produk-produk atau layanan-layanan unggulan yang tersedia di Rumahweb serta beberapa alasan dan keunggulan yang dimiliki oleh Rumahweb sehingga layak untuk dijadikan sebagai pilihan penyedia jasa layanan domain dan hosting yang recommended. 

Cara Melakukan Domain Forwarding

Dilansir dari laman www.rumahweb.com/journal/, bahwa untuk melakukan domain forwarding atau menghubungkan alamat domain ke link atau URL tertentu, tergantung pada layanan apa yang kita miliki. Jika hanya membeli layanan domain, maka untuk melakukan domain forwarding bisa dilakukan dari panel domainnya. Begitu pun jika membeli layanan hosting, maka domain forwarding bisa dilakukan dari panel hosting-nya. Intinya, keduanya memiliki cara dan tempatnya masing-masing untuk melakukan domain forwarding

Bagi kalian yang hanya membeli layanan domain, untuk panduan lengkap melakukan domain forwarding, kalian bisa baca langkah-langkahnya di sini. Dan bagi kalian yang membeli layanan web hosting, kalian bisa baca panduan domain forwarding di sini. 

Jika kalian masih merasa bingung (khususnya bagi yang hanya membeli layanan domain) dan ingin mengetahui langkah-langkah domain forwarding tetapi dalam bentuk video tutorial, maka berikut ini terlampir salah satu contoh video berjudul “Cara Setting Domain Forwarding Tanpa Hosting” dari seorang pelanggan atau customer Rumahweb. 🙂 

Bagaimana, Sobat? Melakukan domain forwarding dari alamat domain yang kita miliki ke toko bisnis kita di marketplace atau ke alamat URL link lainnya ternyata mudah ya? Jadi, jangan lupa manfaatkan domain forwarding ini untuk pengembangan bisnis online kalian ya. Selamat mencoba.

 KESIMPULAN DAN PENUTUP 

Perbedaan marketplace dan online shop memang tak terlalu banyak. Sebab, kita sama-sama memanfaatkan suatu platform yang sudah ada untuk berbisnis secara online, yaitu situs marketplace populer dan media sosial. Dua tempat ini sangat cocok bagi kita yang tak mempunyai banyak waktu dan biaya untuk mengurusi website e-commerceNamun, kita juga tak bisa berharap banyak kepada brand awareness di kedua platform tersebut. Sebab, kita tak mempunyai kendali penuh dalam meningkatkan branding produk bisnis yang kita kelola selayaknya dengan membuat website e-commerce sendiri.

Jadi, bisa dikatakan perbedaan antara e-commerce dan marketplace atau online shop yang paling kentara adalah dari manfaat jangka panjangnya. Dengan website e-commerce, bisnis kita jadi lebih mudah muncul di hasil pencarian Google, branding usaha yang lebih kuat, serta bisa lebih dipercaya oleh konsumen.

Tetapi, bukan berarti tidak ada solusi. Kita bisa ambil jalan tengahnya dengan tidak menjadikan website (e-commerce) dan marketplace sebagai sebuah opsi atau pilihan, melainkan memanfaatkan keduanya secara bersamaan untuk bersinergi. Salah satunya dengan cara memanfaatkan nama atau alamat domain untuk bisnis online yang kita kelola. Dengan demikian, kita bisa andalkan nama domain atau alamat website untuk branding produk bisnis kita, tetapi secara bersamaan kita juga manfaatkan kekuatan pangsa pasar dan daya tarik branding yang sudah terbentuk di marketplace-marketplace ternama untuk menggaet lebih banyak calon pembeli. Keren dan menarik, bukan?

Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa membantu siapa pun yang sedang mempertimbangkan dan mencari solusi tempat dan cara yang cocok untuk mengembangkan bisnis online. Aamiin.

Sekali lagi, website vs marketplace? Kalau bisa bersinergi, mengapa harus jadi opsi?

Tetap semangat dan salam hangat. 🙂

 

 

Disclaimer:

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Rumahweb Blog Competition yang diselenggarakan oleh Rumahweb. Semua keterangan sumber referensi, penggunaan foto, video, desain, atau media lainnya telah tertulis dengan lengkap di bawah ini. Terima kasih. ”

 

Sumber-sumber:

  • Foto: Dokumentasi pribadi penulis, logo-logo marketplace didapatkan dari situs masing-masing
  • Olah Grafis: Dokumentasi pribadi penulis via Canva.com
  • Video: Bersumber dari kanal YouTube bernama Asibu.com
  • Referensi Konten Tulisan: Pemikiran Pribadi Penulis, dan beberapa sumber lainnya sebagai berikut:
  • -Website resmi Rumahweb, https://www.rumahweb.com/
  • https://www.rumahweb.com/journal/setting-domain-forwarding-dari-cpanel/
  • -https://www.rumahweb.com/journal/menggunakan-domain-forwarding-di-clientzone/
  • -https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/04/25/indonesia-jadi-negara-dengan-pertumbuhan-e-commerce-tercepat-di-dunia
  • -https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/02/12/2022-penjualan-e-commerce-indonesia-mencapai-rp-16-miliar
How many stars for this post?

10 Komentar

Nurul Mutiara R.A · Juni 21, 2020 pada 1:33 am

Aku awalnya gak tahu mas perbedaan antara e-commerce dan marketplace, tapi ternyata emang besar banget ya. Dan kalau menurutku pribadi, website dan marketplace harus saling bersinergi supaya kita bisa memperoleh penjualan juga nilai produk dari masyarakat. Hanya saja, tergantung baru enggaknya usaha juga sih mas menurutku hehe

Like it?

    Firmansyah · Juni 21, 2020 pada 3:41 am

    Iya, Mbak Mutiara. Saya pun awalnya sering merasa bingung dengan istilah marketplace dan e-commerce. Tapi, secara sederhana sih saya memahaminya begitu, seperti apa yang saya tulis di atas.

    Hehe, iya. Kalau usahanya masih baru berarti harus punya domain unik dan harus lebih rajin menggaungkan nama domain tersebut. 🙂

    Terima kasih sudah berkunjung, membaca, dan berkomentar ya, Mbak.

    Salam hangat.

    Like it?

Titik Wihayanti · Juni 21, 2020 pada 7:59 am

Jadi ternyata ini bedanya e-commerce dan marketplace ya. Baru terbuka wawasan saya pas baca tulisan Mas Firman. Dulu saya kira sama saja hehe
Tulisannya informatif Mas, tampilan grafis dan penyajian datanya juga kece.

Like it?

    Firmansyah · Juni 21, 2020 pada 12:18 pm

    Alhamdulillah. Terima kasih ya, Mbak Titik. Semoga bermanfaat.

    Salam hangat.

    Like it?

FERIALD · Juni 23, 2020 pada 9:22 am

Saya pernah menggunakan website dan marketplace untuk berjualan. Tidak ada masalah yang berarti, justru dengan memanfaatkan keduanya jadi malah banyak ladang rezeki. So, sepakat! sinergi memang harus jadi opsi.
Btw, tulisannya sangat berbobot sekali banget. Hehe Good Luck, Ustadz.

Like it?

    Firmansyah · Juni 24, 2020 pada 2:02 pm

    Betul, Aba. Kalau keduanya bisa bersinergi, mengapa harus jadi opsi ya? Hehehe …

    Terima kasih sudah berkunjung dan membaca tulisannya, Aba.

    Salam hangat.

    Like it?

Joe Candra · Juni 24, 2020 pada 9:27 pm

Setuju bang, bagiku memang bersinergi banget tuh antara marketplace dan website

Like it?

    Firmansyah · Juni 26, 2020 pada 4:39 am

    Iya, Bang. Keduanya harus dimanfaatkan dengan baik agar berpotensi menghasilkan lebih banyak ‘cuan’ dalam bisnis online.

    Terima kasih sudah berkunjung, Bang Joe.

    Salam hangat. 🙂

    Like it?

Lucky Caesar Direstiyani · Juni 25, 2020 pada 11:42 pm

Lengkaap banget mas firman ulasannya, as always. Ngalir dan tau-tau udah habis aja hehehe
Btw aku baru tau detail perbedaan marketplace sama ecommerce setelah baca post ini. Ada keinginan nih sebenernya buat bikin website untuk usaha ayah. Berpotensi besar buat branding dan bagi-bagi info bermanfaat terkait produknya. Belum tau kapan tapi mau realisasinya, hehehe sementara ini masi lewat medsos sama join di marketplace. Kalau ada web sendiri, makin mantep sebenernya ya hehehe anyway, thanks for sharing. suksesss yaaaak. Semoga juara 🙂

Like it?

    Firmansyah · Juni 26, 2020 pada 4:47 am

    Terima kasih banyak ya., Mbak Lucy.
    Sama dong, Mbak. Saya juga baru tahu perbedaan marketplace dan e-commerce ya karena sambil buat tulisan ini. Hehe.
    Nah, betul sekali, Mbak. Mbak Lucy kan di rumahnya sambil budidaya lidah buaya ya? Bagus tuh dibuat website untuk branding. 🙂

    Aamiin. Terima kasih sudah mampir dan mendoakan ya, Mbak. Salam hangat. 🙂

    Like it?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This

Share This

Share this post with your friends!

error: Oops! Sorry. The content is protected. :)