“Izinkan saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pesantren dengan adanya E-learning ini, Daar el-Qolam ternyata cukup sigap menanggapi kondisi wabah pandemi saat ini. Mantap!”

Kemarin pagi, mata dan hati saya dibuat terharu sekaligus bangga saat membuka layar ponsel cerdas (smartphone) dalam genggaman, lalu membuka aplikasi pesan WhatsApp dan mendapati untaian kalimat seperti tertulis di atas dalam sebuah obrolan grup. Deretan kata tersebut saya anggap sebagai bentuk testimoni jujur dari seorang wali santri yang begitu antusias dan bahagia, saat melihat dan menemani sang anak yang sudah dapat kembali aktif belajar pada tahun ajaran baru ini, walau masih dilakukan secara daring atau online dari rumah melalui kelas maya yang disediakan dan difasilitasi oleh pondok pesantren menggunakan layanan situs web E-learning (electronic learning).

Ya, benar. Anda tidak salah baca. Komentar pesan tersebut disampaikan oleh seorang ‘wali santri’ melalui aplikasi pesan WhatsApp. Nama ‘Daar el-Qolam’ yang beliau sebutkan juga dalam pesannya adalah nama yayasan pendidikan berbasis Pondok Pesantren, yang tidak lain merupakan almamater sekaligus tempat di mana saya bernaung saat ini dan terlibat aktif sebagai salah satu tenaga pengajar bagi ribuan santri yang menuntut ilmu di dalamnya.

Mungkin saja ada di antara Anda yang berpikiran dan merasa ragu bahwa sebuah yayasan pendidikan seperti pondok pesantren bisa melakukan pembelajaran E-learning tersebut, karena anggapan dan pandangan terhadap pondok pesantren yang selama ini masih dinilai oleh sebagian orang sebagai lembaga pendidikan tradisional yang belum tersentuh kemodernan. Namun, faktanya sudah banyak pondok pesantren di Indonesia yang sudah melabelkan diri sebagai Pondok Pesantren Modern yang tetap berpegang teguh dengan nilai-nilai tradisi dan ajaran agama, namun tidak ‘alergi’ bahkan cenderung merespon terhadap modernisasi. Dan Daar el-Qolam adalah salah satunya.

 HIKMAH BERSEMI DI TENGAH PANDEMI 

Siapa yang menyangka sebelumnya bahwa tahun 2020 akan menjadi seperti apa yang kita rasakan saat ini?

Bahkan, terkadang saya seolah merasakan kenyataan ini sebagai sebuah mimpi, karena ini benar-benar pertama kalinya dalam sejarah bagi manusia yang hidup pada era modern. Sebuah wabah virus yang secepat kilat merebak ke seluruh sudut bumi hingga akhirnya dunia dalam keadaan darurat dan serempak menyatakan wabah virus ini sebagai pandemi.

Tidak terasa, pandemi Corona telah hadir dan seketika mengubah relung kehidupan kita sehari-sehari semenjak 3 hingga 4 bulan terakhir. Rasa pilu dan sendu karena mewabahnya virus Covid-19 masih terasa menyesakkan dada. Sebagian besar aktivitas kita tahun ini terasa sangat berbeda karena penyebaran virus Covid-19 yang belum mereda. Selain bekerja dan beribadah, berbagai kegiatan belajar anak-anak pun dianjurkan hanya dilakukan di rumah saja.

Kita semua tentu percaya bahwa Tuhan tidak akan menguji di luar batas kemampuan hamba-Nya, dan kita pun yakin bahwa akan selalu ada hikmah di balik musibah, termasuk hikmah di balik wabah pandemi Corona ini. Terdapat banyak untaian hikmah yang bersemi dan dapat kita petik serta pelajari di tengah pandemi seperti saat ini, salah satunya adalah semakin tumbuhnya kesadaran banyak orang akan pentingnya memaksimalkan teknologi informasi sebagai solusi di tengah masa pandemi.

Sejak awal wabah virus ini dinyatakan sebagai pandemi, kita mulai mengetahui berbagai istilah baru yang kemudian menghiasi keseharian kita, baik di ruang nyata atau pun maya. Sebut saja social distancing, physical distancing, lockdown, work from home, ODP, PDP, APD, dan lain sebagainya. Selain itu, beberapa kebiasaan baru dan hal-hal yang sebelumnya mungkin asing dan jarang untuk dilakukan, kini justru tak luput dari aktivitas sehari-hari dan bahkan semakin intens, seperti online shopping, video call, online classroom, web seminar, video conference, dan lain-lain.

Hebatnya, baik disadari atau tidak, segala bentuk kebiasaan dan hal baru yang kita lakukan tersebut tidak lepas dari peran teknologi informasi yang manfaatnya semakin terasa berharga di tengah masa pandemi ini. Situasi ini juga pada akhirnya memaksa semua orang dari berbagai lapisan masyarakat dan generasi untuk mulai menyesuaikan diri terhadap perkembangan dunia teknologi informasi dengan mempelajari dan memaksimalkan fungsi dan perannya yang luar biasa.

Di tempat kami sendiri yaitu Pondok Pesantren Daar el-Qolam, membuat dan mengisi konten pelajaran di layanan situs web E-learning merupakan hal yang masih baru untuk dilakukan. Layanan pembelajaran baru ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi para guru dan santri, terlebih bagi para guru yang berasal dari generasi baby boomers (kelahiran 1946-1960) dan generasi X (kelahiran 1961-1980).

Secara struktural dan teknis di pesantren, layanan ini ditangani secara mandiri oleh bagian PTIK (Pusat Teknologi, Informasi dan Komunikasi) Pondok Pesantren Daar el-Qolam. E-Learning Pondok Pesantren Daar el-Qolam dibangun menggunakan sebuah Learning Management System (LMS) E-Learning bernama Moodle. Moodle adalah salah satu software aplikasi yang berjalan di atas web yang memiliki fitur-fitur yang diperlukan oleh pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran.

Dilansir dari situs Qwords.com, E-learning adalah sistem pembelajaran yang dilakukan secara elektronik di mana pengajar dan murid tidak bertemu secara langsung, melainkan menggunakan media internet sebagai perantaranya. Interaksi pun tidak hanya satu arah saja dari pengajar kepada siswa, melainkan sudah bisa interaksi dua arah dari siswa kepada pengajar.

Sedangkan Learning Management System atau LMS menurut Qwords.com adalah istilah dalam dunia teknologi yang dikembangkan khusus untuk mengelola sistem pembelajaran online/digital. Karena sifatnya yang sudah full online, maka proses pendaftaran, distribusi materi pembelajaran, pembayaran, hingga bentuk kolaborasi antar siswa dan guru sepenuhnya dilakukan via perangkat komputer.

Dengan adanya layanan E-learning di Pondok Pesantren kami, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan kreativitas serta inovasi terbaru dalam pembelajaran. E-learning juga diharapkan dapat memfasilitasi belajar siswa yang terkadang memiliki kendala dengan masalah waktu dan tempat, terlebih saat masa pandemi Covid-19 ini. Dengan begitu, tidak berlebihan rasanya jika kita menyebut E-learning sebagai salah satu bentuk nyata hikmah yang tumbuh bersemi di tengah pandemi.

 SAATNYA GALI POTENSI DAN MAKSIMALKAN   TEKNOLOGI INFORMASI 

Sekarang, mari kita bergeser sedikit dari pembahasan E-Learning dan dunia pendidikan ke bidang lainnya dan menjangkau lebih banyak orang. Faktanya, memang fungsi dan peran teknologi informasi bukan hanya dapat dimanfaatkan dan dimaksimalkan pada sektor dan bidang pendidikan saja, tetapi juga pada sektor dan bidang-bidang lainnya, seperti pertanian, ekonomi dan perdagangan, politik dan kepemerintahan, bahkan industri kreatif dan hiburan. 

Sayangnya, dikarenakan kondisi pandemi yang masih berlangsung hingga kini, sudah banyak pihak yang memprediksi bahwa virus Corona tidak akan hilang dalam waktu dekat dan memerlukan waktu setidaknya selama 2 tahun untuk benar-benar lenyap dari kehidupan kita. Maka dari itu, beberapa jenis pekerjaan dan industri pun diprediksi hilang dan merugi dalam jangka waktu yang belum bisa ditentukan. Misalnya, industri perhotelan dan pariwisata yang di dalamnya melibatkan pekerjaan seperti pemandu wisata, pelayan, resepsionis, koki, dan lain sebagainya.

Kenyataan lain yang terjadi saat ini di tengah masa pandemi, banyak orang merasa takut dan khawatir akan kesehatan mereka karena virus Corona yang sudah menyebar dan menular dengan cepat. Tetapi, tidak sedikit juga mereka yang justru takut akan situasi ‘dompet dan uang’ alias keadaan dan kemampuan ekonomi akibat terdampak pandemi.

Pertanyaan: Lalu apa yang bisa kita lakukan? 
Jawaban: Saatnya menggali potensi, terus belajar, asah kreativitas, dan maksimalkan teknologi informasi.

Selain berhemat dan menekan pengeluaran belanja, khususnya pada barang-barang yang kurang dibutuhkan, momentum waktu senggang kita di tengah pandemi ini baiknya kita gunakan juga untuk terus belajar dan menggali potensi serta keahlian pada hal-hal atau bidang-bidang yang bisa menghasilkan pendapatan atau rezeki dengan cepat, serta bisa menjadi investasi bagi keberlangsungan pekerjaan kita pada masa yang akan datang.

Tentu saja, bidang keahlian yang sangat bisa diandalkan di tengah pandemi ini adalah bidang IT atau Teknologi Informasi.

 MENDULANG REZEKI DI TENGAH PANDEMI BERKAT TEKNOLOGI INFORMASI 

Melihat kondisi saat ini yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian ekonomi, memaksimalkan teknologi informasi adalah salah satu jalan dan opsi terbaik yang bisa kita manfaatkan. Pasalnya, dengan memaksimalkan teknologi informasi kita mampu mengembangkan potensi dan kemampuan diri, sehingga nantinya diharapkan mampu memperbaiki keadaan ekonomi berkat keuntungan berupa pendapatan tambahan, pekerjaan yang menjanjikan, bahkan hingga pengembangan bisnis.

Pada era serba canggih seperti saat ini, berbagai keahlian digital di bidang teknologi informasi pastinya akan begitu dicari oleh banyak perusahaan, seperti seseorang yang mengetahui cara membangun website, mampu menjalankan iklan atau ads, mengedit video, membuat desain, membuat sales funnel, dan lain sebagainya. Namun, selain beberapa keahlian digital yang memaksimalkan penggunaan teknologi informasi  tersebut, beberapa cara berikut ini juga bisa kita manfaatkan dan maksimalkan sebagai senjata untuk tetap bertahan di tengah pandemi.

1.  Menjadi Fotografer dan Kontributor di Situs Jual Beli Foto

Jika Anda memiliki kamera yang bagus dan skill fotografi yang cukup mumpuni, Anda mungkin hanya perlu memotret beberapa foto untuk mendulang rezeki. Anda bisa memulai bisnis sebagai fotografer pernikahan, event, foto produk, dan lain sebagainya. Selain itu, menjadi seorang kontributor foto di situs-situs jual beli foto seperti Shutterstock, Getty Image, dan kawan-kawannya juga cukup menjanjikan. Jangan lupa juga untuk gunakan website dan media sosial untuk menampilkan karya-karya kebanggaan Anda. Siapa tahu ada relasi atau kolega yang tertarik untuk menggunakan jasa Anda.

2.  Menjadi Vlogger dan Kreator Konten Video di YouTube

Mari mulai dengan pertanyaan sederhana, berapa kali dalam sehari Anda melihat iklan di video YouTube? Karena iklan-iklan itulah yang menghasilkan uang untuk para pemilik konten yang mengunggah video dengan potensi viral. Cara mendapatkan uang dari YouTube bisa dibilang sangatlah mudah, tidak perlu menghabiskan banyak modal karena bisa dilakukan menggunakan kamera smartphone, asalkan konten yang diunggah bagus dan memperoleh banyak view.

Jika Anda seorang ibu rumah tangga, Anda dapat mempertimbangkan untuk membuat konten tentang memasak. Jika Anda pandai yoga, pilates, atau bentuk olahraga lainnya, Anda juga dapat membuat konten videonya. Unggahlah konten-konten berkualitas Anda di YouTube dan aktifkan iklan di dalamnya.

3.  Menjadi SEO (Search Engine Optimization) Freelancer

Blogger dan situs web baru tentunya perlu SEO untuk mendapat peringkat di mesin pencari. Jika Anda memiliki pengalaman di bidang ini, kemungkinan mendapatkan penghasilan tidak terbatas. Anda dapat mengiklankan layanan Anda pada platform-platform freelance yang membutuhkan jasa SEO freelancer. Tren bekerja secara freelance alias bekerja lepas di samping pekerjaan tetap, semakin hari semakin banyak peminatnya, apa lagi di masa krisis akibat pandemi COVID-19 saat ini.

4.  Memiliki Blog Pribadi dan Menjadi Blogger

Apakah Anda memiliki semangat menulis dan ingin berbagi pemikiran, opini, ide, atau pengalaman dengan orang lain? Jika ya, maka menulis blog adalah pilihan tepat. Anda tidak harus paham secara mendalam tentang teknologi informasi atau menjadi ahli komputer untuk memulai blogging.  Hal yang hebat tentang sebuah blog adalah Anda dapat fokus pada hampir semua topik yang Anda inginkan.

Jika Anda seorang penggemar kegiatan traveling dan outdoor, maka tulislah blog tentang traveling. Jika Anda sangat passionate tentang kuliner dan jago memasak, maka tulislah blog seputar makanan. Anda pasti dapat menghasilkan uang dengan blog. Penghasilan tersebut bisa berasal Google AdSense, content placement atau sponsored post, komisi program afiliasi, atau bahkan jika Anda suka tantangan dan bersaing secara sehat, Anda bisa memenangkan hadiah dari kompetisi blog yang setiap bulannya selalu ramai diselenggarakan oleh berbagai penyelenggara.

 BERSAMA QWORDS, MAKSIMALKAN TEKNOLOGI INFORMASI DI TENGAH PANDEMI 

Berbicara tentang blog, untuk mulai memiliki blog atau website pribadi dan menjadi blogger profesional dengan nama alamat domain blog sesuai dengan keinginan, Anda bisa memulai dengan cek domain terlebih dahulu, agar memastikan nama domain yang Anda inginkan tersedia. Selanjutnya, memilih penyedia web hostingnya. Saat ini terdapat banyak pilihan penyedia jasa hosting murah yang berseliweran di internet. Lalu, bagaimana dengan kualitasnya?

Kualitas web hosting akan sangat berpengaruh pada performa sebuah website atau blog. Cepat atau tidaknya sebuah loading website akan banyak ditentukan oleh web hosting yang Anda pilih. Jadi, Anda tentunya perlu hati-hati dan jangan sampai salah dalam memilih penyedia web hosting ya. Anda tentu tidak ingin blog yang Anda miliki punya performa buruk dan mengganggu kenyamanan para pengunjung blogmu, bukan? 

Pertanyaan: Lantas, penyedia jasa web hosting mana yang tepat untuk membangun blog dan website yang berkualitas, namun tetap murah dan terjangkau?
Jawaban: Percayakan saja pada tim Qwords sebagai penyedia jasa pembuatan blog dan web hosting murah secara profesional dengan harga masuk akal. 

Ya, Qwords adalah jawaban yang cocok bagi Anda yang ingin berkecimpung dalam dunia blogging dan ingin memiliki blog atau personal website yang berkualitas. Tidak perlu ragu memilih Qwords sebagai partner Anda dalam membuat blog atau websitu baru. Pasalnya, perusahaan penyedia web hosting yang didirikan sejak Juli 2005 oleh Rendy Maulana ini memang memiliki rentetan keunggulan dan kelebihan, sehingga layak untuk Anda jadikan sebagai pilihan terbaik penyedia web hosting untuk blog atau website pribadi Anda nantinya.

Pertanyaan: Memang apa saja keunggulan Qwords?
Jawaban: Berikut ini keunggulan-keunggulan Qwords yang saya sajikan dalam bentuk gambar agar lebih simpel dan ringkas. Yuk disimak!

Bagaimana? Dengan segala rentetan keunggulan dan kelebihan yang dimilikinya, membuat blog atau website baru menggunakan jasa web hosting Qwords terlihat cukup mudah dan menjanjikan, bukan? Apa lagi harganya pun murah dan sangat masuk akal. Menjadi blogger freelance profesional pun akan semakin tenang dan nyaman dengan kualitas produk dan layanan yang ditawarkan. Jadi, jangan tunda-tunda lagi. Yuk, buat blog pribadi dan jadilah blogger profesional sesuai passion dan bakat Anda!

 KESIMPULAN DAN PENUTUP 

Tidak terasa, saya sudah ‘cuap-cuap’ dan menulis tulisan ini hingga mencapai lebih dari 1500 kata. Sekali lagi, tentu banyak dari kita yang tidak menyangka sebelumnya bahwa tahun 2020 akan menjadi seperti apa yang kita rasakan saat ini. Namun bagaimana pun, kita semua tentu percaya bahwa Tuhan tidak akan menguji di luar batas kemampuan hamba-Nya, dan kita pun yakin bahwa akan selalu ada hikmah di balik musibah, termasuk hikmah di balik wabah pandemi Corona ini.

Salah satunya dengan semakin tumbuhnya kesadaran banyak orang akan pentingnya memaksimalkan teknologi informasi sebagai solusi di tengah pandemi. Dan hikmah tersebut saya rasakan sendiri di lingkungan secara pribadi, seperti adanya penggunaan layanan situs web E-Learning sebagai kelas maya dan media pembelajaran secara daring bagi para guru dan santri di pondok pesantren tempat saya mengajar.

Menyalahkan situasi tidak akan pernah menjadi solusi, malah hanya menambah frustasi. Sebaliknya, keadaan ini justru seharusnya mengilhami kita untuk memaksimalkan teknologi informasi sebagai salah satu jalan dan opsi terbaik yang bisa kita manfaatkan. Pasalnya, dengan memaksimalkan teknologi informasi kita mampu mengembangkan potensi dan kemampuan diri, sehingga nantinya diharapkan mampu memperbaiki keadaan ekonomi di tengah pandemi.

Dan Qwords, sebagai penyedia jasa web cloud hosting murah dan terbaik Indonesia, turut berpartisipasi membantu melayani siapa pun yang ingin meningkatkan potensi diri dalam memaksimalkan teknologi informasi dengan menyediakan berbagai pilihan jasa pembuatan website dan blog berkualitas dengan harga yang terjangkau dan masuk akal. 

Jadi, tunggu apa lagi? Inilah saatnya kita ‘singsingkan lengan baju’ dan berusaha produktif dengan memaksimalkan teknologi informasi di tengah pandemi.

Terus semangat dan salam hangat. 🙂 

 

Disclaimer:

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Qwords Blog Competition yang diselenggarakan oleh Qwords”

Sumber-sumber:

  • Foto: Dokumentasi Pribadi Penulis 
  • Olah Grafis: Dokumentasi Pribadi Penulis via Canva.com
  • Referensi Konten Tulisan: Pengalaman Pribadi Penulis, Media Sosial Qwords, dan beberapa artikel di Laman Website Resmi Qwords.com
How many stars for this post?

9 Komentar

Joe Candra · Juni 16, 2020 pada 12:17 am

Bener banget bang, gali potensi dan manfaatkan teknologi adalah cara terbaik saat pandemi yess.. Mantabbb

Like it?

    Firmansyah · Juni 16, 2020 pada 5:06 am

    Betul, Bang Joe. Terima kasih sudah berkunjung ke Bang Firman’s Blog ya. Hehe.

    Salam hangat.

    Like it?

    Tiia · Juni 16, 2020 pada 6:41 pm

    dimasa pandemi ini skill kita benar2 diuji ya.. makanya harus banget bisa manfaatkan teknologi biar tetep cuan ya mas fir..hehe..

    Like it?

      Firmansyah · Juni 16, 2020 pada 8:51 pm

      Iya, Mbak Tia. Faktor ekonomi menjadi salah satu penyemangat untuk tetap terus produktif ya, apa lagi di tengah pandemi seperti ini.

      Terima kasih sudah mampir, Mbak Tia. 🙂

      Salam hangat.

      Like it?

FERIALD · Juni 17, 2020 pada 6:24 am

Wuih pesantren mah udah keren. justru ilmunya dapat double, Ustadz. bener kan ya? Nah, bener banget didukung e-learning kayak di Daar el-Qalam semakin keren apalagi kalau muridnya banyak itu mah butuh bandwith yang lumayan. Qwords bisa jadi solusi di tengah pandemi ya, Ustadz. Hehe

Like it?

    Firmansyah · Juni 17, 2020 pada 12:40 pm

    Hehe. Insha Allah, Aba. Betul sekali, Qwords bisa menjadi perantara bagi kita untuk memaksimalkan teknologi informasi.

    Terima kasih sudah membaca dan berkunjung, Aba.

    Salam hangat. 🙂

    Like it?

Rulfhi Alimudin · Juni 21, 2020 pada 2:54 am

Banyak skills baru dan potensi baru yang didapatkan ketika harus di rumah aja. Kebosanan membuat saya belajar masak, menata ruangan hinggal kembali mengaktifkan blog pribadi yang telah usang. Biar makin semangat ngeblog, saya juga beli domain baru di Qwords.
Makasih pakguru sudah sharing, terus menginspirasi. Cayoooo

Like it?

    Firmansyah · Juni 21, 2020 pada 3:34 am

    Alhamdulillah. Wah mantap, Mas Rulfhi. Banyak hikmah yang bisa dipetik ya di balik musibah.

    Terima kasih juga sudah berkunjung ke blog saya. Salam hangat. 🙂

    Like it?

Jangan Keliru! Kenali dan Pahami Berbagai Metode Tes Virus Corona – Bang Firman's Blog · Juni 24, 2020 pada 3:51 am

[…] kamu hari ini? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan selalu produktif walau situasi pandemi virus Corona ini masih belum bisa dikatakan membaik hingga saat […]

Like it?

Tinggalkan Balasan ke Joe Candra Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This

Share This

Share this post with your friends!

error: Oops! Maaf. Konten tulisan yang sedang kamu baca ini dilindungi. :)