PT Freeport Indonesia, mendengar namanya saja dapat dipastikan bahwa masyarakat Indonesia, baik dari kalangan profesional atau bahkan orang awam sekalipun akan memberikan beragam tanggapan dan reaksi terhadap perusahaan tambang tembaga, emas, dan perak tersohor di tanah air ini.

Namun, hal yang dirasa cukup membuat ‘gerah’ adalah ketika mendengar dan mengetahui bahwa sebagian besar paradigma dan sudut pandang masyarakat tentang Freeport Indonesia selama bertahun-tahun seolah permanen dan tidak pernah absen dari penilaian yang cenderung mengarah kepada hal-hal negatif dan kurang mengenakkan.

Melalui narasi ini, izinkan saya menyajikan opini sekaligus fakta-fakta terkait Freeport Indonesia dari sisi ‘koin’ yang berbeda. Maka, baiknya tahan dulu amarah dan sikap skeptis Anda terhadap perusahaan tambang terbesar yang berada di Bumi Cenderawasih ini dan simak baik-baik terlebih dahulu. Semoga ini bisa membuka hati dan pikiran serta memberikan gambaran dan persepsi yang berbeda dan lebih baik.

Sebagai perusahaan tambang terkemuka yang telah berinvestasi di Indonesia selama kurang lebih setengah abad, Freeport telah melalui banyak ‘asam garam’ dunia pertambangan di Indonesia. Harapan, sanjungan, caci maki, serta hujatan-hujatan, semuanya sudah ditelan baik-baik oleh perusahaan tambang mineral yang merupakan afiliasi dari Freeport-McMoRan (FCX) dan Mining Industry Indonesia (MIND ID) ini.

Kehadiran Freeport Indonesia sejak tahun 1967 tentu tidak dibangun semudah dan sesukses apa yang kita bisa lihat seperti saat ini. Perusahaan yang menambang dan memproses bijih untuk menghasilkan konsentrat yang mengandung tembaga, emas, dan perak ini butuh waktu bertahun-tahun lamanya dalam rangka mengeksplorasi, mengumpulkan dana, meminta izin resmi Pemerintah Indonesia, dan juga membangun tahap awal pertambangan.

Dengan medan tambang yang cukup sulit di kawasan mineral Grasberg yang terletak di dataran tinggi terpencil Pegunungan Sudirman, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, rasanya wajar jika kita merasa salut kepada pionir-pionir Freeport Indonesia yang dahulu rela bekerja dalam medan yang tidak menentu untuk mengembangkan salah satu deposit tembaga dan emas terbesar di dunia ini.

Pada Jumat, 21 Desember 2018, sebuah kejutan membahagiakan datang dari Istana Negara saat Presiden Joko Widodo menggelar konferensi pers terkait proses divestasi Freeport Indonesia.

Bagaimana tidak? Setelah bertahun-tahun, Indonesia kini resmi menguasai 51,2% saham Freeport Indonesia. Kembalinya tambang emas terbesar kedua dunia ini ke Ibu Pertiwi salah satunya ditandai dengan pelunasan transaksi akuisisi saham. Transaksi akuisisi dilakukan oleh PT Inalum (Persero) selaku holding BUMN Pertambangan dengan Freeport McMoRan (FCX) dan Rio Tinto beserta nilai transaksi yang mencapai US$ 3,85 miliar atau setara Rp 55,8 triliun.

Keberhasilan ini tentunya akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Papua. Pasalnya, dengan resminya Pemerintah Indonesia memegang mayoritas saham Freeport, maka pemasukan pemerintah dari sektor pajak maupun non pajak, akan jauh lebih baik dari sebelumnya. Terlebih, Presiden Jokowi juga memastikan Provinsi Papua akan mendapatkan jatah 10% dari total 51,2% saham Freeport Indonesia yang dimiliki pemerintah. Selain itu, Papua juga akan mendapatkan pemasukan melalui pajak daerah.

Dengan demikian, tentunya tidak berlebihan jika keberhasilan ini kita sebut sebagai bentuk kolaborasi yang baik antara pemerintah dan Freeport Indonesia dalam mewujudkan sumbangsih bagi negeri dengan memberikan kontribusi yang lebih besar dan lebih banyak untuk masyarakat Papua serta dapat dimanfaatkan juga untuk kepentingan rakyat Indonesia secara umum.

Kontribusi Freeport untuk masyarakat Papua sejatinya memang sudah dimulai jauh sebelum terealisasinya akuisisi saham Freeport Indonesia oleh pemerintah pada tahun 2018 yang lalu. Sebagai warga yang baik (good corporate citizen), Freeport memang selalu berusaha memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di mana pun mereka melakukan kegiatan, dan tentunya bagi masyarakat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Berbagai program kontribusi telah banyak dilakukan oleh PT Freeport Indonesia untuk masyarakat sebagai bentuk sumbangsih bagi negeri.

Dalam bidang finansial dan ekonomi misalnya, dalam kurun waktu sekitar lima dekade PT Freeport Indonesia telah bekerja sama dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional, serta menjadi mitra strategis Indonesia. Berdasarkan fakta, Freeport Indonesia telah menginvestasikan US$ 7,7 miliar untuk infrastruktur dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Nasional sebesar lebih dari US$ 60 miliar terhitung sejak 1992 hingga 2018.

Sedangkan untuk di Papua sendiri, berdasarkan hasil Kajian LPEM-UI pada 2015 menyatakan, dampak ekonomi dari Freeport Indonesia di Papua setara dengan 0,6% Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional, 48% PDRB Papua, dan 94% PDRB Mimika. Maka bisa dibayangkan betapa besarnya pengaruh Freeport Indonesia bagi kelangsungan hidup ekonomi masyarakat di Provinsi Papua.

Tidak hanya itu, kontribusi positif lainnya yang dilakukan Freeport Indonesia justru semakin spesifik dan menyentuh masyarakat secara langsung. Sejak pertama kali beroperasi hingga kini, Freeport selalu berusaha menjalankan program pengembangan masyarakat Papua yang dahulu notabenenya masih masyarakat pra-modern, karena memiliki tingkat baca-tulis yang sangat rendah, rentan terhadap wabah penyakit seperti malaria, dan hidup dalam kemiskinan.

Oleh karena itu, program pengembangan masyarakat PT Freeport Indonesia difokuskan untuk membantu masyarakat setempat dengan membangun program ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan kemampuan baca-tulis, memberikan pelatihan-pelatihan kejuruan, dan mengadakan program kesehatan yang memadai. Tidak tanggung-tanggung, total akumulasi dana yang digelontorkan untuk program pengembangan masyarakat Papua tersebut sejak tahun 1992 hingga 2018 bahkan mencapai US$ 1,7 miliar.

Secara garis besar, program-program kontribusi Freeport Indonesia untuk pembangunan masyarakat Papua berkisar pada bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Dalam bidang infrastruktur, Freeport turut membangun 2 lapangan terbang perintis, 3.200 unit rumah, fasilitas umum, dan fasilitas sosial sejak 1997, serta membangun kompleks olahraga di Tembagapura dan Timika senilai US$ 33 juta.

Freeport juga turut memberikan beasiswa pendidikan, mendirikan dan mengelola asrama, bantuan infrastruktur dan operasional pendidikan serta membangun Institut Pertambangan Nemangkawi, yaitu Balai Latihan Kerja (BLK) dengan program Pra-magang, Pendidikan untuk Dewasa, Magang dan Administrasi Niaga D3. Luar biasa, bukan?

Dengan kiprahnya sebagai perusahaan tambang kelas dunia yang mencapai usia setengah abad, diiringi banyaknya pencapaian mengagumkan dan kontribusi yang diberikan kepada masyarakat Papua, rasanya tidak layak bila Freeport Indonesia selalu dilekatkan dengan citra yang negatif.

Karena sebenarnya di balik kemilau emas yang berhasil dipanen dari perut Bumi Cenderawasih, ada rentetan sejarah dan perjuangan panjang dan berat yang dilakukan, lalu dibalut dengan untaian kontribusi yang gigih sebagai ungkapan rasa terima kasih sekaligus sumbangsih bagi negeri. Terima kasih Freeport Indonesia. Maju terus Papua, jaya selalu Indonesia.

 

Disclaimer:

Tulisan ini diikutsertakan dalam #NarasiDariPapua Blog Competition yang diselenggarakan oleh PT Freeport Indonesia. Beberapa referensi dan foto pendukung bersumber dari situs resmi PT Freeport Indonesia, Akun Media Sosial PT Freeport Indonesia, dan Galamedia News. Sedangkan olah grafis dilakukan secara mandiri oleh penulis. Terima kasih.

 

How many stars for this post?

2 Komentar

Adhi Hermawan · Januari 18, 2020 pada 1:40 pm

Bener banget ! Mantab juga ya freeport…
Masyarakat di timur Indonesia merasakan keberadaan freeport yang telah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan warga disana..

Like it?

    Firmansyah · Januari 18, 2020 pada 10:58 pm

    Iya, Mas Adhi. Freeport banyak berkontribusi terhadap masyarakat di Papua dalam berbagai bidang.

    Like it?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This

Share This

Share this post with your friends!

error: Oops! Maaf. Konten tulisan yang sedang kamu baca ini dilindungi. :)