“Bang, ada film baru nih. Nonton ke CGV aja yuk! Lumayan ada promo Buy 1 Get 1 Ticket, bayarnya pakai TCASH (sekarang menjadi LinkAja). Terus makannya di Warteg Mekdi aja (sebutan lelucon kami kepada restoran Mc Donald), nanti bayarnya pakai GoPay deh, lumayan juga ada cashback 20%. Hehe … Yuk Bang!”

Seperti itulah rangkaian kata penuh rayu yang biasanya diucapkan oleh adik saya atau dikirimkan lewat pesan WhatsApp kepada saya saat ‘tanggal muda’ setiap bulan, ketika ada waktu kosong atau bahkan ketika ia tahu bahwa saya baru saja memenangkan hadiah uang tunai dari lomba menulis blog yang biasanya saya ikuti. Khusus untuk hadiah lomba, terkadang ini seolah menjadi semacam hal wajib yang saya ‘rayakan’ bersama orang-orang terdekat. Saya memang selalu menganggapnya sebagai ungkapan rasa syukur yang kemudian saya bagikan kepada keluarga dan kerabat.

Namun, saya juga sadar bahwa perilaku konsumtif seperti ini tidaklah baik jika saya lakukan secara terus menerus. Agar tidak frustasi dan menyesal, saya tentunya harus pintar-pintar mengelola keuangan yang saya miliki, baik itu uang yang saya dapatkan dari hasil gaji setiap bulannya sebagai seorang guru swasta, bonus insentif dari kegiatan kepanitiaan ataupun pendapatan tambahan yang biasanya saya peroleh dari hasil menjuarai kompetisi menulis blog, dan lain sebagainya. 

 FINTECH DAN ‘LESS CASH’ SAJA TIDAK CUKUP. BIJAK YANG UTAMA! 

“Bang, tolong isiin saldo TCASH punya Irma dong. Kan udah lama nih gak diajak jalan sama Abang. Jadi, Irma minta mentahnya aja deh. Hehe …”

Lagi-lagi saya harus menggunakan ilustrasi percakapan yang biasa terjadi antara saya dan Irma, adik perempuan saya. Adakah di antara kalian yang memiliki kebiasaan seperti kami berdua? Saya yakin pasti banyak, apalagi kita memang hidup di era yang serba digital. Digitalisasi memang pada akhirnya menuntut kita untuk sedikit demi sedikit mengubah budaya tradisional kita ke budaya digital, termasuk dalam urusan keuangan atau finansial.

Nah, seperti yang kita ketahui, beberapa tahun terakhir ini Bank Indonesia telah mencanangkan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) guna mengajak masyarakat, pelaku usaha dan semua lembaga pemerintah untuk menjalankan sistem pembayaran non-tunai dalam transaksi keuangan. Tujuan umum dari GNNT adalah mewujudkan less cash society yaitu budaya baru di mana transaksi keuangan seminimal mungkin tidak menggunakan uang dalam bentuk fisik melainkan uang elektronik atau e-money. 

Seakan menyambut baik pencanangan GNNT tersebut, keberadaan sekaligus penggunaan aplikasi fintech atau financial technology di kalangan masyarakat pun semakin menjamur. Faktanya, fintech memang menjadi salah satu sektor usaha startup yang sedang sangat digemari sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya kalangan generasi milenial yang terbiasa menggunakan internet dan gadget. Layanan keuangan berbasis digital ini memungkinkan siapa saja untuk mengakses segala macam transaksi finansial secara lebih sederhana dan praktis tanpa kendala waktu dan jarak.

Sebagaimana artikel yang saya baca di situs MoneySmart, ada beberapa alasan mengapa fintech kian menjadi primadona di hati masyarakat Indonesia, antara lain mudah digunakan, sederhana, hemat waktu, tidak perlu ke bank, aman, adanya promo dan insentif serta keberadaan manajemen yang lebih baik.

Tetapi, ada sebuah pengecualian bagi saya secara pribadi sebagai pengguna fintech sekaligus ‘penggiat’ less cash society yang mungkin juga kalian rasakan.

Setelah merasakan berbagai sensasi kemudahan dan kenyamanan yang saya dapatkan dengan adanya kehadiran fintech sebagai cara baru dalam melakukan berbagai transaksi keuangan serta semakin meluasnya budaya less cash society, terselip suatu masalah yang cukup pelik dan tidak baik bila dilakukan secara terus menerus. Kekhawatiran tersebut tidak lain adalah masalah perilaku konsumtif yang bisa ditimbulkan sebagai dampak dari berbagai kemudahan dan keunggulan yang ditawarkan oleh fintech dan budaya less cash society.

Mudah mengisi ulang saldo uang di aplikasi fintech, mudah melakukan berbagai transaksi, namun di sisi lain mudah juga tergiur dengan berbagai diskon, promo serta penawaran menggiurkan lainnya, sehingga tanpa terasa dengan membayar tanpa cash, sisa saldo pun terus menipis. Lalu mengisi ulang kembali saldonya dan begitu seterusnya. Tentunya ini berbahaya dan bisa mengancam kesehatan finansial nantinya. Kuncinya satu menurut saya, harus bijak!

Sebagai generasi milenial, secara tidak langsung kita pun dituntut harus pintar me-manage keuangan agar penggunaannya optimal dan tidak merasa frustasi karena borosnya pengeluaran untuk gaya hidup.

 CARA BERHEMAT DAN MENABUNG SEDERHANA UNTUK MILENIAL 

Saya kira kita semua sepakat bahwa pada dasarnya, baik budaya bertransaksi tunai (cash) ataupun dengan fintech dan less cash sama-sama bisa menimbulkan perilaku konsumtif, jika diri kita tidak bisa menahan godaan seperti diskon, promo dan atau faktor lainnya sehingga keuangan menjadi tidak terkontrol dengan baik. 

Sebagai kaum milenial kamu mungkin sering merasa dan mengeluh “Kok uang cepat banget habis, padahal baru gajian”Keluhan seperti itu bisa jadi muncul karena kamu tidak bisa me-manage keuangan kamu dengan baik, atau memang kamu terlalu boros.

Misalnya, membeli barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan, membeli barang hanya karena tergiur diskon atau bahkan membeli barang branded karena gengsi dan ingin memamerkannya ke teman-teman. Hmmm … mau mengelak tetapi memang faktanya begitu. Ada kok teman di lingkungan sekitar saya yang juga melakukan hal-hal tersebut. 

Seperti yang dijelaskan dalam artikel MoneySmart ini, Ada beberapa contoh umum gaya hidup boros yang sering dilakukan oleh milenial, seperti ngopi di kafe, membeli paket data internet unlimited, membeli smartphone terbaru, makan Steak atau kuliner mahal lainnya, dan lain sebagainya. Apakah kamu juga termasuk yang sering melakukan 5 poin di atas? Ubah dan kurangilah kebiasaan tersebut mulai saat ini.

Lalu, sebagai milenial kita harus bagaimana?

Pastinya tidak ada pilihan lain selain menjadi lebih bijak, hemat dan pintar dalam mengelola keuangan yang dimiliki.

  PERKAYA INFORMASI DAN LITERASI FINANSIAL DENGAN MONEYSMART

Sebenarnya jika kita mau jujur dengan diri kita sendiri dan merenungkan kembali segala permasalahan keuangan yang kita hadapi, pasti kita akan menemukan titik terang dari mana semuanya itu bermula. Sudahkah kita memahami tata kelola keuangan dengan baik? Sudahkah kita memiliki pengetahuan yang cukup tentang pengelolaan finansial? 

Jawabannya tentu ada pada diri kita masing-masing. Disadari atau tidak, minimnya pengetahuan tentang pengelolaan finansial akan sangat berdampak terhadap kondisi perkembangan finansial yang kita miliki. Jika saja kita memiliki pengetahuan tersebut, tentu kita akan mampu memperbaiki kondisi dan mengatur gaya hidup finansial agar lebih optimal sehingga dapat meminimalisir permasalahan keuangan di masa yang akan datang.

Maka dari itu, sebagai milenial yang cerdas dan terbiasa dengan dunia digital, memperkaya informasi dan literasi finansial dari berbagai sumber adalah hal yang semestinya kita lakukan. Salah satu sumber referensi terbaik saat ini untuk mempelajari literasi tentang keuangan yang cocok bagi kalangan milenial adalah MoneySmart, sebuah portal finansial terbesar dan terpercaya di Indonesia. 

MoneySmart.id adalah media online yang menyajikan berbagai informasi dan tips finansial untuk anak muda atau milenial Indonesia. MoneySmart.id merupakan bagian dari MoneySmart group di Singapura yang didirikan pada 2009 sebagai portal agregasi finansial. Portal finansial yang baru didirikan sejak April 2018 (setahun yang lalu) ini memiliki berbagai macam konten edukatif, kreatif dan informatif. Dengan pengemasan gaya bahasa yang ringan, menarik dan inspiratif, membuat MoneySmart.id cocok menjadi panduan bagi anak muda Indonesia untuk mengelola keuangan dengan lebih bijak. Keren banget kan?

Nah, jika dilihat pada halaman situs MoneySmart, ada beberapa pilihan menu menarik untuk kita telusuri dan memiliki beragam informasi yang bermanfaat, di antaranya adalah Earn Money, Smart Money, Borrow Money, dan Lifestyle.

Dengan berbagai konten edukatif seputar finansial dan gaya hidup, secara umum #MoneySmartMenginspirasi milenial Indonesia untuk dapat mengelola keuangan secara optimal, cerdas dan bijak. Selain itu, kehadiran MoneySmart.id pun memberikan warna dan alternatif baru di peta media online Indonesia.

Secara pribadi, artikel-artikel di MoneySmart memberikan saya banyak inspirasi dan pemahaman yang lebih fresh tentang literasi finansial yang pada awalnya terkesan berat dan membosankan. Pengemasan gaya bahasanya yang ringan sangat membantu untuk mempermudah pemahaman pembaca, termasuk yang sangat awam dengan literasi finansial.

Lebih dari itu, #MoneySmartMenginspirasi saya agar berusaha semaksimal mungkin untuk tetap bijak dalam menggunakan uang dan tabungan yang saya miliki sehingga terwujud gaya hidup finansial yang optimal dan minim frustasi nantinya. Walau terkadang banyak ‘godaan finansial’ yang selalu saja mengintai, namun saya akan pastikan bahwa selalu ada ‘jatah’ atau alokasi yang saya siapkan setiap bulannya untuk tabungan, pengeluaran rutin, bahkan untuk investasi, dana darurat dan shadaqah. Semoga bisa terus konsisten dan istiqomah. Aamiin.

Terima kasih MoneySmart atas inspirasinya. Semoga selalu menginspirasi milenial Indonesia untuk terus meningkatkan literasi finansial. smile

 

Sumber Referensi:

  1. https://www.moneysmart.id/tentang-kami/
  2. https://www.moneysmart.id/buat-orang-indonesia-fintech-lebih-primadona-dibanding-bank/
  3. https://www.moneysmart.id/4-cara-menabung-yang-kini-kembali-jadi-idola-milenial/
  4. https://www.moneysmart.id/6-hal-boros-yang-biasanya-dilakukan-kaum-milenial/
  5. https://www.moneysmart.id/kaya-dari-uang-receh-gini-tips-menabung-biar-lancar-jaya/
  6. https://www.jakhoster.com/blog/2018/03/11/5-aplikasi-fintech-paling-populer-di-indonesia/ 

Disclaimer:

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog MoneySmart.id #MoneySmartMenginspirasi 

How many stars for this post?

23 Komentar

Bambang Edi Susilo · April 16, 2019 pada 1:28 pm

Sekarang serba mudah berkat adanya fintech ya mas. Tp kudu hati2 biar gak membudayakan hidup boros. Keren mas tulisannya menginspirasi dan bisa pengingat diri ini yg kadang suka khilaf perihal hidup hemat. 👌

Like it?

    Firmansyah · April 16, 2019 pada 10:39 pm

    Betul, Mas. Kalau tidak bijak, bisa bahaya juga buat kesehatan finansial. Terima kasih ya sudah berkunjung. 🙂

    Like it?

Aminnatul Widyana · April 16, 2019 pada 6:59 pm

Emang bener banget, sekarang apa2 makin mudah dg adanya emoney. Uda gaknperlu bawa dompet segebok kalo belanja. Cukup bawa Hp uda bisa bayar2.

Like it?

    Firmansyah · April 16, 2019 pada 7:56 pm

    Iya betul, Bu. Tapi tetap harus bijak memanfaatkannya ya, apalagi fintech yang biasa digunakan untuk keperluan gaya hidup sehari-hari, seperti belanja, makan di restoran dll. Kalau tidak bijak, bisa gak terkontrol dengan baik.

    Like it?

Joe Candra · April 16, 2019 pada 10:55 pm

To be wise when we were waste our money itu emang penting bgt yess, Bang. Aku juga suka nih pke uang-uang digital hehhee.

Like it?

    Firmansyah · April 16, 2019 pada 11:48 pm

    Iya betul, Bang. Intinya harus ingat2 jangan sampai kalap dan kelewatan ya. Hehehe… Sama kok bang aku juga pakai beberapa fintech nih. 🙂

    Like it?

Arda Sitepu · April 17, 2019 pada 6:50 am

Fintech kadang jadi racun kalau enggak benar2 dimanfaatkan dengan baik ya mas. Wah saya juga rajin nongkrong di MoneySmart.

Like it?

    Firmansyah · April 17, 2019 pada 9:14 am

    Iya, Mbak betul. Intinya tetap bijak menggunakannya ya. Toss Mbak sama-sama suka baca di MoneySmart kita. 😀

    Like it?

Tauhidin Ananda · April 17, 2019 pada 8:04 pm

Generasi milenial perlu lebih memahami tata kelola keuangan yang baik, bagaimana cara mengelolanya. Cara paling campang ya dengan mengikuti moneysmart.id.

Like it?

    Firmansyah · April 18, 2019 pada 12:07 am

    Betul sekali, Mas. Sepakat!
    Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini ya, Mas. Hehe …

    Like it?

Amir · April 18, 2019 pada 9:45 am

Karena money smart, saya jadi ada perubahan positif hehehe

Like it?

    Firmansyah · April 18, 2019 pada 7:00 pm

    Alhamdulillah. MoneySmart memang keren dan menginspirasi ya, Mas Amir.

    Like it?

FERIALD · April 19, 2019 pada 6:01 am

Bener banget, zamannya uang digital itu mudahnya bertransaksi tapi terkadang kalap. haha boleh tuh baca-baca dari money smart. mudah-mudahan gak terlalu konsumtif. hehe

Like it?

    Firmansyah · April 19, 2019 pada 7:22 pm

    MoneySmart membantu sekali dengan konten-konten kreatif dan inspiratifnya ya, Om. Hehe …

    Like it?

iidYanie · April 19, 2019 pada 7:40 pm

Mantap infonya bang, saya juga berkat MoneySmart jadi terinspirasi deh buat hidup hemat 🙂

Like it?

    Firmansyah · April 19, 2019 pada 9:49 pm

    Terima kasih, Mbak sudah berkunjung ke sini. 🙂
    Saya pun demikian, Mbak. Banyak inspirasi memang yang bisa kita dapatkan dari artikel-artikel di MoneySmart.

    Like it?

Nissa AMS · April 25, 2019 pada 12:40 am

Artikelnya bagus sekali,, Jadi sadar kalau kemajuan teknologi bisa buat kita lupa diri ya… semuanya jadi lebih mudah tapi tanpa sadar itu bikin kita jadi konsumtif dan boros….

Like it?

    Firmansyah · April 26, 2019 pada 11:01 am

    Iya kan, Mbak? Ada dampak negatif juga yang mengintai gaya hidup finansial kita dibalik mudah dan nyamannya penggunaan FIntech dan budaya less cash. Jadi, harus tetap hati-hati dan bijak. 🙂

    Like it?

Aldhi Fajar Maudhi · April 26, 2019 pada 1:55 am

2022 aku perediksikan uang virtual akan merajai dunia ini hehee
apalagi crypto, tinggal OJK aja harus ikut turun tangan nih, biar legal 😀

Like it?

    Firmansyah · April 26, 2019 pada 11:02 am

    Betul, Mas. OJK pastinya harus ikut andil dalam mengawal dan mengawasi ya.

    Like it?

Yasir · Mei 5, 2019 pada 1:59 pm

Saya mengenal jenius,digibank, dan cara gadai emas online juga dari situs ini hehe, mencerahkan

Like it?

Muiz · Juli 28, 2019 pada 6:16 pm

Pelaku usaha sekarang harus pintar dalam segi teknologi, bisa-bisa kalah dengan fintech.

Like it?

    Firmansyah · Juli 29, 2019 pada 5:41 pm

    Betul, Mas. Semoga tetap bisa bersaing secara sehat ya.

    Like it?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This
error: Oops! Sorry. The content is protected :)