“Aku seorang narablog pria yang lebih pandai mengutarakan rasa melalui aksara dan ingin mengecap bahagia yang sederhana. Aku hanyalah seorang penikmat Kopi, Mie Rebus, Fotografi, Alam & mungkin Kamu”

Matahari baru saja tergelincir di ufuk barat, menaburkan warna senja menjingga dan melukiskan magenta pada langit yang sendu. Pemandangan Sang Surya kembali ke peraduannya memang selalu indah untuk dinikmati dan sayang untuk dilewati. Sore itu, aku memandanginya dari balik jendela cantik yang menghiasi tempat makan persinggahanku, tempat di mana aku kembali menjalin kisah romantis bersama ‘Si Biru‘ laptopku, memikirkan berjuta ide yang berkecamuk di kepala lalu menuangkannya ke dalam tulisan yang utuh. Semuanya kulakukan bersama ‘Si Biru‘, seperti biasa hanya berdua, tidak ada yang mengusik kemesraanku bersamanya.

Seketika alam pikiranku melayang dan mengantarkanku pada suatu titik awal di mana aku memulai aktivitas yang kini justru mengalir deras dalam denyut nadi passion hidupku dan menjadi salah satu hal terbesar yang mengubah sinopsis kehidupanku, setidaknya dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini. Dan kini, seiring dengan bertambahnya usia kalender Masehi, yang kubutuhkan hanyalah seuntai refleksi. Ya, refleksi diri untuk melihat kembali sejauh mana hatiku terpaut dan tenggelam ke dalam dunia yang selama ini kusebut ‘dunia blog’.

Berziarah ke Masa Lalu

“Wah, Teh Lela punya blog ya. Firman juga mau punya dong. Gimana sih caranya?, tanyaku sangat penasaran.

“Oh hehe… iya ini mah blog biasa masih gratisan. Teteh mah punya blog juga cuma buat ngerjain tugas dari dosen aja, waktu masih kuliah. Hehe…” jelas Teh Lela diakhiri dengan tawa tipisnya.

“Firman kan suka nulis ya? Bagus tuh. Blog itu cocok sebagai wadah buat menyalurkan hobi nulis. Mulai dari yang gratisan aja, Man. Coba pakai WordPress dulu aja, atau Blogspot. Teteh sih pakai WordPress.” ungkap Teh Lela sambil menunjukkan halaman blognya. 

Kiranya percakapan santai di atas cukup untuk menjadi mukadimah ceritaku berziarah ke masa lalu dan menerobos lorong waktu ke saat pertama aku mengenal dunia blog dan menjadi seorang blogger atau narablog hingga saat ini. Ya, narablog. Anda tidak salah baca. Narablog memang istilah yang digunakan untuk seseorang yang aktif menggunakan blog atau website. Di Wikipedia sendiri, istilah narablog memiliki arti penulis atau jurnalis yang mencatat berbagai informasi dalam sebuah blog, baik berupa blog pribadi maupun kelompok, dalam aneka kategori pembahasan.

Sedangkan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), baru-baru ini memasukkan istilah bloger. Bukan dengan kalimat double G (baca Blogger), tapi hanya satu (G), yaitu B-L-O-G-E-R. Istilah bloger dalam KBBI adalah sebutan untuk orang yang mengeblog atau pengeblog. Tetapi, ketika kita mencari istilah ini di internet, KBBI masih belum mencatatnya dengan benar. Hal itu karena versi KBBI yang digunakan masih versi III. Sementara di dalam KBBI versi IV, istilah bloger sudah ditulis dengan benar.

Tampilan blog pertamaku di WordPress

Saatnya kembali melanjutkan cerita ziarah masa laluku. Teh Lela yang namanya tertulis dalam percakapan di atas adalah kerabat kerjaku dahulu di yayasan tempatku mengajar saat ini. Darinyalah aku akhirnya termotivasi untuk membuat blog pertama kalinya. Kala itu, aku memilih untuk membuatnya di WordPress secara gratis dan mempelajarinya secara otodidak. 

Aku menamainya blog Firman’s Update. Blog yang kubuat pada tahun 2012 itu memang aku gunakan sebagai wadah tempatku menyalurkan ide dan hobi menulisku sebagai pemula. Aku menulis dan berbagi banyak hal yang aku suka di blog itu, mulai dari cerita pendek, pengetahuan umum atau serba-serbi, dunia entertainment, informasi seputar pondok almamaterku, hingga tulisan-tulisan untuk lomba blog yang kumulai mengenalnya sejak tahun 2015. Ya benar, lomba blog. Kegiatan inilah yang akhirnya membuatku terus eksis di dunia blogging hingga saat ini. Tentunya hanya berawal dari sekadar coba-coba.

Aku Bangga, Momen Spesial Tercipta Karena Blog

Tak bisa dipungkiri, lomba blog yang kukenal sejak tahun 2015 membuatku terus berusaha meningkatkan kemampuanku dalam menulis. Mengapa? Karena faktanya, lomba blog sangat bermanfaat untuk mengembangkan ide dan kreativitas menulisku. Tantangan demi tantangan untuk membuat tulisan sesuai dengan tema aku lalui, memperhatikan setiap detail persyaratan dan melakukannya sesuai dengan peraturan yang ada, itu semua telah menjadikanku sosok penulis blog yang kian disiplin dan kaya akan pengalaman menulis.

Momen kemenangan lomba blog pertamaku yang kubagikan di Instagram

Selalu ada awal untuk setiap momen yang tercipta, termasuk kemenangan pertamaku dalam lomba blog. Di penghujung tahun 2016, namaku terselip di antara nama para pemenang lainnya dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan pengembang terkenal di Indonesia. Benar, hanya sebagai Juara Harapan. Itu merupakan momen pertama kalinya aku memenangkan lomba blog. Dari sanalah semangat menulisku di blog semakin menggebu-gebu. Mulai menjalin pertemanan dan silaturahmi dengan banyak blogger, belajar dan mendapatkan inspirasi dari mereka hingga meraih ‘kesempatan menang’ lainnya dalam lomba blog.

Tampilan blog baruku yang sudah berdomain (dot) com

Tahun 2018 merupakan tahun penting dan berkesan dalam hidupku, khususnya dalam perjalanan dunia blogku. Di tahun inilah akhirnya aku berinisiatif untuk terus mengembangkan kualitas konten tulisan di blog agar terlihat lebih profesional sebagai blogger dengan aktif mengelola blog baru bernamakan Bang Firman’s Blog (www.bangfirman.com), blog yang sedang Anda baca saat ini. 

Di tahun 2018 ini pulalah aku melewati banyak momen spesial dan rezeki yang sangat luar biasa sehingga menjadikan tahun 2018 sangat berarti bagiku secara pribadi. Salah satu momen yang paling berharga adalah pengalaman saat terpilih sebagai blogger perwakilan provinsi Banten untuk mengikuti Writingthon Asian Games 2018  di Jakarta selama 5 hari. Bangga rasanya bisa ikut memberikan kontribusi dan menjadi bagian dari sejarah Asian Games 2018 Jakarta-Palembang yang entah kapan lagi akan diselenggarakan di Indonesia.

Resolusi Menjadi Narablog Sejati di Era Digital

Semakin lama kujalani aktivitas bloggingku, semakin dalam kuselami dunia blogku, semakin aku menyadari bahwa ternyata masih banyak hal yang perlu aku gali, pelajari dan perbaiki dalam diriku untuk menjadi sosok narablog sejati di era digital ini. Salah satu esensi yang akan menjadi concern utamaku pada resolusi bloggingku tahun ini adalah meningkatkan kualitas berbahasa Indonesia dan mengajak orang lain untuk berbahasa Indonesia dengan baik. Aku merasa terinspirasi dengan kata-kata yang dituliskan oleh Pak Khrisna Pabichara di salah satu tulisannya di Kompasiana yang berbunyi, 

“Tulisan yang gurih berasal dari penulis yang piawai memilih diksi dan kaya akan rasa kata, fasih meracik kalimat dan khatam tata makna, mahir meramu wacana dan cerdas secara gramatikal.”

Sumber: www.ubaya.ac.id

Pedomanku mudah saja, kita ini orang Indonesia, kalau bukan kita yang mencintai bahasa kita sendiri, siapa lagi? Kalau bukan kita yang menjaga wibawa Bahasa Indonesia di mata dunia, siapa lagi? Dengan ini aku tidak bermaksud untuk mengajari atau menggurui siapa pun. Mumpung diberikan kelebihan passion sebagai seorang narablog yang bisa mempengaruhi orang lain dengan konten-konten tulisannya, maka memanfaatkan blog yang dimiliki sebagai sarana mengajak orang lain untuk lebih mencintai Bahasa Indonesia adalah suatu hal positif yang bisa dilakukan.

Selain itu, sebagai narablog di era digital tentu aku juga harus menyesuaikan banyak hal terkait dengan perkembangan teknologi masa kini yang semakin pesat. Dalam hal ini yang kumaksud adalah penggunaan beragam konten pendukung di blog, agar blogku terlihat lebih menarik dan tidak membosankan jika hanya mengandalkan untaian kata dan paragraf. Maka, aku masukkan beberapa poin hal lainnya dalam daftar resolusi bloggingku tahun ini antara lain: memperkaya konten tulisan blog, belajar membuat infografis yang baik, belajar video editing dan ekspansi merambah dunia vlog (video blog). Semoga daftar resolusi blogging ini dapat aku wujudkan dengan baik. Aaamiin.

Selayang Pandang dan Penutup

Tidak terasa tulisan ini sudah mencapai 1497 kata. Ini hanyalah sekelumit catatan hatiku tentang perjalanan dunia blogku dan pentingnya memaknai arti menjadi seorang narablog sejati di era digital ini. Pastinya, tulisan ini sangat istimewa secara pribadi. Karena tulisan ini seolah menjadi bahan refleksi diri bagiku untuk menjadi lebih baik ke depannya. Aku bangga menjadi narablog di era digital.

Terakhir …

Jika bukan karena blog, tidak mungkin aku mengenal sosok Bang Joe Candra (www.joecandra.com), blogger keren asal Banyuwangi yang semakin eksis berkarya dan melebarkan sayap, ia pun sempat bersinggah ke tempatku di Tangerang sepulangnya dari kegiatan proyek dan liburan bersama client di Malaysia dan Singapura. Jika bukan karena blog, tidak mungkin aku mengenal sosok Mbak Nabilla DP (www.bundabiya.com) yang baik dan ramah, seorang parenting blogger yang juga hobi traveling dan baru-baru ini mendapatkan kesempatan untuk jalan-jalan berkeliling Turki selama seminggu berkat keberhasilannya menjadi Juara 1 dalam lomba blog yang diadakan oleh salah satu agen travel halal ternama.

Jika bukan karena blog, tidak mungkin aku bisa berkenalan lebih jauh dengan sosok Pak Khrisna Pabichara, penulis buku populer ‘Sepatu Dahlan‘ yang juga seorang blogger aktif di blog umum Kompasiana. Tulisan-tulisannya selalu menjadi trending, informatif, inspiratif dan sarat akan bahasa-bahasa yang indah dan nyaman untuk dibaca. Dan jika bukan karena blog, tidak mungkin aku mengenal Mas Adhi Nugroho atau Mas Nodi (www.nodiharahap.com) yang hingga tulisan ini dibuat pun sosoknya terus bersinar dan menjadi semakin familiar di kalangan blogger sebagai blogger berprestasi yang setahun terakhir ini namanya jarang bahkan hampir tidak pernah absen di setiap pengumuman pemenang lomba blog. The real blog and writing contest master has born! Mungkin itulah ekspresi yang bisa aku ungkapkan untuk seorang Adhi Nugroho.

Mereka berempat adalah sosok penulis dan blogger inspiratif yang memiliki gaya, cara dan ciri khas masing-masing.

Selamat atas terselenggaranya Kompetisi Blog Nodi, Mas Adhi. Semoga selalu berkah, sukses dan menginspirasi. 

Sumber Referensi:

1. Wikipedia, (https://id.wikipedia.org/wiki/Blogger)

2. https://medium.com/@gbygoober/pilih-sebut-bloger-atau-blogger-f909c0574b53

3. https://www.kompasiana.com/1bichara/5c47f275ab12ae4033024193/kilatan-makna-kata-dengan

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog Nodi “Bangga Menjadi Narablog Pada Era Digital” yang diselenggarakan oleh Blogger Adhi Nugroho (www.nodiharahap.com)

How many stars for this post?

14 Komentar

Cory Pramesti · Januari 29, 2019 pada 7:57 am

Ya ampuun kakak panutaan. Kayaknya aku juga harus peka nih masalah meningkatkan kualitas bahasa Indonesianya ketika blogging biar all content bisa tersebut gurih. Bismillah, semoga resolusi kita sebagai narablog sama2 terealisasi di tahun ini ya kak. Aamiin 🙂

Like it?

    Firmansyah · Januari 29, 2019 pada 9:58 am

    Hehee… saling mengingatkan lewat tulisan di blog ya, Kak. Terima kasih banyak Kakak Cory kunjungan dan komentarnya. 🙂 Aaamiin, semoga tercapai ya resolusinya.

    Like it?

Joe Candra · Februari 2, 2019 pada 1:44 am

Wah keren bang, aku sempat terenyuh ketika blog bs menyatukan semua org. Btw teh Lela itu yang sore hari ngeliat lthn drumband bkn?

Like it?

    Firmansyah · Februari 3, 2019 pada 1:34 pm

    Thanks ya Bang Joe sudah mampir dan kasih komentar. Hehehe bukan bang, itu lain lagi wkwkwk …

    Like it?

Adhi Nugroho · Februari 5, 2019 pada 12:15 am

Memang benar, silaturahmi memperbanyak rezeki. Bisa kenal dan berbagi bersama blogger hebat seperti Mas Firman. Terima kasih sudah repot-repot ikutan Kompetisi Blog Nodi ya, Mas. Saya bahagia sekaligus terharu. Semoga para Juri bisa memberi nilai yang terbaik. Amin. Salam hangat.

Like it?

    Firmansyah · Februari 6, 2019 pada 8:14 am

    Betul sekali, Mas Adhi. Silaturahmi memperbanyak rezeki. Alhamdulillah, saya pun bangga bias berteman dengan teman-teman blogger yang luar biasa. 🙂

    Sama-sama, Mas Adhi. Aaamiin. Semoga juri bisa memutuskan pemenang terbaiknya. Top!

    Like it?

evrinasp · Februari 7, 2019 pada 6:32 am

Mungkin Karena Aku memulainya lebih awal, Sekarang Aku malah rada males buat ngeblog, Kalo Gak mood benar2 Gak mau nulis, padahal Ada 3 blog pribadi Dan 1 blog petani Yang Aku harus maintenance, tetap semangat ya, harus bangga jadi narablog ya

Like it?

    Firmansyah · Februari 7, 2019 pada 2:03 pm

    Terima kasih, Mbak Ev atas nasihat dan supportnya.
    Saya pun sama kok, Mbak. Terkadang merasa bosan dan capek karena pekerjaan di ‘dunia nyata’. Hehehe

    Like it?

Jihan · Februari 11, 2019 pada 11:59 am

Saya tau bang Firman setelah menang lomba Blog ASUS dan BLog Nodi ini….. pengemasan tulisannya saya suka… Saya jadi banyak belajar setelah berkunjung kesini…

Like it?

    Firmansyah · Februari 12, 2019 pada 8:49 am

    Alhamdulillah. Bagi saya pribadi hal lain yang lebih menyenangkan selain mendapatkan apresiasi hadiah dari hasil lomba blog adalah ketika mengetahui bahwa tulisan saya bermanfaat dan disukai oleh orang lain. Terima kasih sudah mampir ke blog saya ya, Mbak. Ambil-ambil yang baik-baiknya saja dari blog ini. Acuhkan yang tidak bermanfaat. Hehe

    Like it?

Riza Isna Khoirun Nisa · Februari 11, 2019 pada 6:03 pm

Saya setuju dengan pernyataan Mas Firman bahwa orang Indonesia haruslah berbangga dengan bahasa Indonesia. Menulis itu memang mudah, namun menulis sesuai dengan kaidah dan EBI tidak semudah yang dibayangkan.
Salam kenal dan tetap menginspirasi.

Like it?

    Firmansyah · Februari 12, 2019 pada 8:52 am

    Betul sekali, Mbak. Menulis dengan kaidah EYD dan EBI itu tidak semudah yang dibayangkan. Terkadang kita saja masih bingung menggunakan kata mana yang baku dan tidak baku. Maka dari itu, perihal ini saya angkat sebagai salah satu resolusi tahun ini.

    Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya ya, Mbak. Salam kenal.

    Like it?

Nunung yuni · Februari 11, 2019 pada 6:13 pm

Selamat ya mas. Dua tulisannya menang berturut -turut nih.

Like it?

Menebar Inspirasi Kebaikan Berbagi, Karena Berbagi Tak Mesti Sembunyi-Sembunyi – Bang Firman's Blog · Mei 12, 2020 pada 1:35 am

[…] juga membagikan kebaikannya di ruang dunia maya, seperti media sosial YouTube, Facebook, Instagram, Blog, dan lain sebagainya. Padahal, hal tersebut tentu sah-sah saja dan merupakan hak si empunya akun […]

Like it?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share This

Share This

Share this post with your friends!

error: Oops! Maaf. Konten tulisan yang sedang kamu baca ini dilindungi. :)